PENGAPLIKASIAN TIMER SEBAGAI SOLUSI OTOMATISASI DALAM SISTEM PENERANGAN AREA PARKIR DAN HALAMAN MASJID AL-MUKHLISIN
DOI:
https://doi.org/10.32493/tensile.v3i3.54176Keywords:
Lampu Penerangan, Hemat Energi, PerbaikanAbstract
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai wujud kontribusi akademisi dalam memberikan solusi praktis bagi permasalahan di lingkungan tempat ibadah. Kegiatan berlokasi di Masjid Al-Mukhlisin, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, yang menjadi pusat aktivitas ibadah, sosial, dan pendidikan keagamaan masyarakat setempat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya penerangan di area halaman dan parkir masjid, terutama pada malam hari setelah salat Isya. Kondisi gelap tersebut menimbulkan risiko keamanan bagi jamaah yang mengikuti kegiatan malam seperti pengajian, salat tarawih, atau itikaf, serta menyulitkan akses kendaraan dan meningkatkan potensi kecelakaan. Sebagai solusi, kegiatan PKM ini merancang dan menerapkan sistem penerangan otomatis berbasis timer. Teknologi ini dipilih karena sederhana, hemat energi, dan mudah dioperasikan. Lampu penerangan akan menyala dan mati sesuai jadwal yang ditentukan tanpa perlu pengoperasian manual. Tujuan kegiatan ini mencakup peningkatan keamanan dan kenyamanan jamaah, efisiensi penggunaan energi listrik, serta edukasi masyarakat tentang penerapan teknologi tepat guna. Melalui program ini, Masjid Al-Mukhlisin diharapkan memiliki sistem penerangan yang modern, efisien, dan dapat menjadi contoh inovasi bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
References
Abdulrahim, R., & Suryani, Y. (2021). Implementasi teknologi energi terbarukan dalam pengabdian kepada masyarakat di daerah pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 110–118.
Chiradeja, P., & Yoomak, S. (2023). Development of public lighting system with smart lighting control and IoT technologies for smart city. Energy Reports, 10, 3355–3372. https://doi.org/10.1016/j.egyr.2023.10.027
Hauer, M., Geisler-Moroder, D., Zech, P., Plörer, D., Miller, J., Van Karsbergen, V., Hammes, S., & Pfluger, R. (2024). Integrating Digital Twins with BIM for Enhanced Building Control Strategies. Buildings, 14(3), 805. https://doi.org/10.3390/buildings14030805
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2021). Pedoman pengelolaan bank sampah. Jakarta: KLHK.
Mulasari, S. A., & Raharjo, M. (2020). Pemberdayaan bank sampah sebagai solusi ekonomi dan lingkungan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 56–64.
Nasution, A. D., & Hidayati, S. (2020). Pemanfaatan energi matahari sebagai alternatif penerangan jalan desa. Jurnal Energi & Teknologi, 12(3), 45–52.
Omar, A., Takruri, M., Almaeeni, S., Attia, H., Al Hebsi, G., Al Ali, M., Ashhab, M. S., Altunaiji, A., Shubair, R., & Sanduleanu, M. (2022). Smart City: Advances in Intelligent Street Lighting Systems Based on IoT. Journal of Sensors, 2022, 1–10. https://doi.org/10.1155/2022/5249187
Prasetyo, D., & Setiawan, E. (2022). Penerapan pompa air tenaga surya dalam pengabdian masyarakat. Jurnal Pengabdian Tekno, 4(1), 22–29.
Putra, Y., & Widodo, B. (2023). Budidaya ikan gabus sebagai ekonomi kreatif masyarakat desa. Jurnal Perikanan Indonesia, 7(2), 55–64.
Sari, M. P., & Prabowo, H. (2021). Sistem IoT untuk monitoring pompa air hemat energi. Jurnal Teknologi Elektro, 9(2), 87–95.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Taha, M. F., Gouda, M., Elmasry, G., Qiu, Z., Zhou, L., Liang, N., Abdalla, A., & Rousseau, D. (2022). Advances of IoT for Aquaponics Automation. Chemosensors, 10(8), 303. https://doi.org/10.3390/chemosensors10080303
Valetti, L., Pellegrino, A., & Floris, F. (2021). Renovation of Public Lighting Systems in Cultural Landscapes. Energies, 14(2), 509. https://doi.org/10.3390/en14020509
Welsh, B. C., Douglas, S., & Farrington, D. P. (2022). Impact of Street Lighting for Crime Prevention: A Systematic Review. Criminology & Public Policy, 21(3), 739–765. https://doi.org/10.1111/1745-9133.12585
World Health Organization. (2020). Guidelines on water, sanitation and hygiene for rural communities. Geneva: WHO.