Penyuluhan Rantai Pasok Pangan Dari Hulu Ke Hilir Untuk UMKM Desa Kebon Besar, Batu Ceper
Abstract
Abstrak
Desa Kebon Besar Batu Ceper memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM di sektor pangan karena letaknya yang strategis dekat pusat industri dan perdagangan. Namun, pertumbuhan UMKM di desa ini masih terkendala oleh beberapa faktor, terutama dalam rantai pasok pangan. Keterbatasan sumber daya alam menyebabkan pelaku usaha bergantung pada bahan baku dari luar daerah, yang berdampak pada fluktuasi harga dan biaya produksi yang tidak stabil. Selain itu, sistem distribusi yang masih konvensional meningkatkan biaya logistik dan mengurangi efisiensi dalam rantai pasok. Potensi UMKM di desa ini terletak pada beragam produk pangan, seperti makanan ringan dan olahan pangan tradisional. Dukungan dari pemerintah berupa pelatihan dan bantuan modal sudah tersedia, tetapi rendahnya literasi digital menjadi kendala utama bagi pelaku usaha dalam mengadopsi sistem pemasaran berbasis teknologi. Banyak UMKM yang masih menggunakan metode produksi dan pencatatan manual, sehingga pengelolaan keuangan dan stok barang kurang efisien. Kurangnya kerja sama antar pelaku UMKM juga menyebabkan daya tawar mereka lemah dalam memperoleh bahan baku dan mendistribusikan produk. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pendekatan yang terintegrasi melalui penyuluhan dan pelatihan yang mencakup optimalisasi rantai pasok, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kolaborasi antar UMKM.
Dalam kegiatan Penyuluhan Rantai Pasok Pangan Dari Hulu Ke Hilir Untuk UMKM Desa Kebon Batu Ceper, metode yang digunakan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, dengan pendekatan community development. Pendekatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dengan melibatkan mereka secara langsung dalam setiap tahapan pengabdian. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam kegiatan pengabdian agar keberlanjutan program dapat terjaga dengan baik. Pendekatan lain yang digunakan dalam program ini adalah pesuasif, edukatif, partisipatif, dan normatif. Pendekatan pesuasif dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya rantai pasok pangan yang efektif dan efisien tanpa unsur paksaan, melainkan dengan metode yang memotivasi mereka untuk meningkatkan usaha mereka secara mandiri.
Kata kunci: Rantai Pasok, Hulu, Hilir, UMKM