Penerapan FMEA Sederhana untuk Mitigasi Risiko Kontaminasi Sampah Daur Ulang di Bank Sampah Benua Hijau
Abstract
Bank Sampah Benua Indah, Kelurahan Pabuaran Tumpeng berperan penting dalam mendukung kebijakan lingkungan berbasis prinsip 3R dan ekonomi sirkular. Namun, tingginya kontaminasi material daur ulang, belum adanya prosedur pemilahan terstandar, dan minimnya komunikasi visual berdampak pada kualitas dan nilai ekonomi hasil penjualan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menerapkan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) sederhana untuk meningkatkan kualitas material melalui tiga fase: analisis (pelatihan FMEA, identifikasi failure mode, dan perhitungan RPN), perancangan (SOP berbasis risiko, peta visual pemilahan), serta implementasi (sosialisasi, simulasi, dan audit pasca intervensi). Hasil menunjukkan tiga modus kegagalan utama yaitu botol PET berisi cairan, plastik berminyak tercampur plastik bersih, dan kardus lembap. Intervensi berhasil menurunkan kontaminasi hingga 50–55% pada berbagai jenis material dan meningkatkan pemahaman pengurus tentang manajemen risiko berbasis FMEA. Pendekatan ini terbukti efektif dan dapat diadopsi oleh bank sampah lain sebagai best practice peningkatan mutu sampah daur ulang.
Kata kunci: bank sampah, FMEA sederhana, pemilahan sampah, kontaminasi, mitigasi resiko