PERAN GURU DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI HUMANIS UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Keywords:
Guru, Nilai Humanis, Pendidikan Karakter, Sekolah Menengah, Pendekatan HumanistikAbstract
Pendidikan di sekolah menengah pertama tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Salah satu tantangan utama yang dihadapi dunia pendidikan saat ini adalah melemahnya nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial pada kalangan remaja. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan nilai-nilai humanis dalam proses pembelajaran. Guru, sebagai aktor utama dalam pendidikan, memegang peranan penting dalam menginternalisasikan nilai humanis kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru di SMPN 177 Jakarta dalam menginternalisasikan nilai humanis guna meningkatkan karakter peserta didik di sekolah menengah. Secara khusus, penelitian ini mengkaji strategi guru dalam membangun komunikasi yang empatik, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan sikap saling menghargai antar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di tiga sekolah menengah negeri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 guru, observasi pembelajaran, serta penyebaran kuesioner kepada 120 peserta didik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memperkuat validitas, digunakan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% peserta didik merasakan adanya peningkatan sikap saling menghargai setelah guru secara konsisten menerapkan pendekatan humanis dalam pembelajaran. Wawancara dengan guru mengungkap bahwa strategi yang paling efektif adalah pembelajaran berbasis diskusi terbuka, pemberian teladan dalam sikap empati, serta penguatan nilai kerjasama melalui proyek kelompok. Selain itu, lingkungan kelas yang kondusif dan inklusif terbukti mendorong perkembangan karakter positif seperti tanggung jawab, toleransi, dan solidaritas.
References
Buku
Arifin, Z. (2017). "Pembelajaran Humanistik dalam Pendidikan Karakter". Jurnal Pendidikan Karakter, 7(2), 145–158.
Banks, J. A. (2016). Cultural Diversity and Education. Routledge.
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Erikson, E. H. (1993). Childhood and Society. New York: W.W. Norton & Company.
Goleman, D. (2006). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.
Hidayat, A. (2018). Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah. Bandung: Alfabeta.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2014). Cooperation in the Classroom. Edina: Interaction Book Company.
Lickona, T. (2013). Character Matters. New York: Touchstone.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.
Noddings, N. (2005). The Challenge to Care in Schools: An Alternative Approach to Education. New York: Teachers College Press.
Rogers, C. (1969). Freedom to Learn. Columbus, OH: Merrill.
Rogers, C. (1983). Freedom to Learn. Columbus: Merrill.
Setiawan, R. (2020). "Strategi Pembelajaran Humanis dalam Meningkatkan Empati Siswa". Jurnal Ilmu Pendidikan, 12(1), 55–67.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Tilaar, H. A. R. (2011). Pedagogik Kritis. Jakarta: Rineka Cipta.
Wibowo, A. (2019). Pendidikan Humanis di Sekolah Menengah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zamroni. (2011). Pendidikan Demokrasi pada Masyarakat Multikultural. Yogyakarta: Gavin Kalam Utama.
Artikel dalam Jurnal.
Dewi, K., & Rachmadyanti, P. (2017). Pembelajaran kolaboratif berbasis nilai humanis dalam meningkatkan solidaritas siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 45–58.
Hidayati, N. (2020). Penerapan pendekatan humanistik untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SMP. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 8(2), 101–112.
Kurniawan, S. (2018). Nilai humanis dan budaya sekolah: Analisis peran guru dalam pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 215–227.
Lestari, A. (2019). Integrasi nilai humanis dalam pembelajaran berbasis proyek. Jurnal Ilmu Pendidikan, 25(3), 341–356.
Nurhasanah, S., & Sobandi, A. (2016). Pendidikan karakter berbasis humanistik dalam meningkatkan empati siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 6(2), 123–134.
Prasetyo, A. (2019). Pendekatan humanistik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMP. Jurnal Psikologi Pendidikan, 15(1), 67–78.
Santosa, H. (2020). Pendidikan nilai humanis sebagai strategi peningkatan karakter siswa SMP. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(1), 89–102.
Setiawan, B. (2018). Pembelajaran inklusif dan penguatan toleransi siswa di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 211–224.
Wibowo, A. (2017). Integrasi nilai kemanusiaan dalam pembelajaran: Upaya membangun iklim kelas harmonis. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 36(3), 403–415.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional




