SINERGI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN ETIKA SOSIAL UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DI ERA GLOBALISASI
Keywords:
pendidikan kewarganegaraan, etika sosial, pendidikan karakter, globalisasiAbstract
Perkembangan globalisasi membawa dampak besar terhadap kehidupan bangsa, khususnya pada karakter generasi muda. Arus informasi cepat, masuknya budaya asing tanpa batas, serta kecenderungan individualisme dan pragmatisme menjadi tantangan nyata dalam mempertahankan identitas nasional. Jika tidak disikapi tepat, kondisi ini dapat melemahkan nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar kepribadian bangsa Indonesia. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan etika sosial berperan penting sebagai fondasi pembentukan karakter. PKn menanamkan pengetahuan kewargaan, kesadaran hukum, dan komitmen kebangsaan, sedangkan etika sosial menekankan pembiasaan sikap moral, kepedulian, dan solidaritas dalam interaksi sehari-hari. Artikel ini bertujuan menelaah sinergi PKn dan etika sosial sebagai strategi membangun karakter bangsa di era globalisasi. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari buku, artikel ilmiah, prosiding, dan dokumen kebijakan relevan, kemudian dianalisis melalui content analysis untuk menemukan tema dan menyintesiskan gagasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi PKn dan etika sosial menghasilkan model pendidikan karakter menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku. Integrasi keduanya memperkuat identitas nasional, menumbuhkan rasa kebangsaan, dan membekali generasi muda agar siap menghadapi tantangan global secara kritis, adaptif, dan berkarakter.
References
Alfaridzih, A., Akbar, A. F., Najikh, A., & Faslah, R. (2024). Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak melalui Program �Brascho Nyantrik� di SMA Brawijaya Malang. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 10(1), 133. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i1.1648
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice-Hall.
Booth, A., Sutton, A., & Papaioannou, D. (2016). Systematic approaches to a successful literature review (Second edition). Sage.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4. ed). SAGE.
Das, V. (2020). Ordinary Ethics: Take One. In V. Das, Textures of the Ordinary (pp. 96–119). Fordham University Press. https://doi.org/10.5422/fordham/9780823287895.003.0004
Elo, S., & Kyngäs, H. (2008). The qualitative content analysis process. Journal of Advanced Nursing, 62(1), 107–115. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2007.04569.x
Hart, C. (2018). Doing a literature review: Releasing the research imagination (Second edition). SAGE.
Kemdikbud. (2022). Asesmen Nasional | PUSMENDIK KEMDIKBUD 2022. https://pusmendik.kemdikbud.go.id/. https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/page/news_detail/survei-karakter
Kemenag. (2021). Indeks Karakter Siswa Menurun: Refleksi Pembelajaran Masa Pandemi. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/indeks-karakter-siswa-menurun-refleksi-pembelajaran-masa-pandemi. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/indeks-karakter-siswa-menurun-refleksi-pembelajaran-masa-pandemi
Kemenko PMK. (2023). Hanya 28,6 Persen Siswa Pahami Pancasila di Ruang Kelas, Lainnya Lewat media Sosial | Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. https://www.kemenkopmk.go.id/. https://www.kemenkopmk.go.id/hanya-286-persen-siswa-pahami-pancasila-di-ruang-kelas-lainnya-lewat-media-sosial
Lickona, T. (2009). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Random House Publishing Group.
Murtadlo, M., & Basri, H. H. (2022). Indeks Karakter Peserta Didik Jenjang Pendidikan Menengah 2019. Open Science Framework. https://doi.org/10.31219/osf.io/nyx6q
Oxley, L., & Morris, P. (2013). Global Citizenship: A Typology for Distinguishing its Multiple Conceptions. British Journal of Educational Studies, 61(3), 301–325. https://doi.org/10.1080/00071005.2013.798393
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, Pub. L. No. LN.2017/NO.195, LL SETKAB : 14 HLM., 87 14 (2017). https://peraturan.bpk.go.id/Details/73167/perpres-no-87-tahun-2017
Rahayu, S. M. (2024). Improving the Quality of PKn Learning in Primary Schools Through a Role-Playing Teaching Model. International Journal of Students Education, 2(2), 284–288. https://doi.org/10.62966/ijose.vi.781
Rambe, A., Tobroni, T., & Widodo, J. (2024). Integrasi Etika Pendidikan dan Keterikatan Sosial Dalam Pembelajaran Holistik. Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 8(2), 697. https://doi.org/10.31604/jim.v8i2.2024.694-700
Ridley, D. (2012). The literature review: A step-by-step guide for students (2nd ed). SAGE Publications Ltd.
Siregar, L. A., & Siregar, S. (2024). Assessing Teacher Competency and Preparedness for Integrating Digital Media in 21st-Century Education: An Exploratory Review. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(4), 5794–5804. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i4.5619
Situmeang, T. A., Sintania, L. S., Lase, M., & Yunita, S. (2023). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai Optimalisasi dalam Meningkatkan Sikap Toleransi Siswa. Journal on Education, 5(4), 16622–16629. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2833
Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, LN.2003/NO.78, TLN NO.4301, LL SETNEG : 37 HLM Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78 37 (2003). https://peraturan.bpk.go.id/Details/43920/uu-no-20-tahun-2003
Wearesocial. (2024, January 31). Digital 2024: 5 billion social media users. We Are Social Indonesia. https://wearesocial.com/id/blog/2024/01/digital-2024-5-billion-social-media-users/




