Pembuatan POC Solusi Penumpukan Limbah Kulit Bawang Merah

Authors

  • Rusnia Junita Hakim Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan
  • Wiwik Indrawati Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan
  • Agustina Dyah Setyowati Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan
  • Dhiya Suci Auliyah Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan
  • Wendinius Laia Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Tangerang Selatan

Keywords:

Pupuk Organik Cair, Limbah Kulit Bawang Merah, Lingkungan, Daur Ulang, Edukasi, Kewirausahaan

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu pilar utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pendidikan dan Penelitian. Sebagai bentuk implementasi PkM, dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit bawang merah di SMAI Cikal Harapan 1 BSD. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa serta guru terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik, sekaligus memberikan solusi terhadap penumpukan limbah kulit bawang merah yang berpotensi mencemari lingkungan. Pelatihan dilakukan secara langsung melalui demonstrasi pembuatan POC yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap proses daur ulang limbah organik serta munculnya minat untuk menerapkan dan mengembangkan produk POC secara mandiri. Kegiatan ini mendapatkan respons yang positif dari pihak sekolah dan diharapkan dapat direplikasi ke sekolah-sekolah lain sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kewirausahaan berkelanjutan.

References

[1] Arung, E.T., et al. (2011). Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pupuk.

[2] Banu, L.S. (2020). Review: Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Ampas Kelapa sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Beberapa Tanaman Sayuran. Jurnal Respati.

[3] Eliyani, D., et al. (2018). Limbah Organik sebagai Pupuk dan Kompos.

[4] Fadhil, I., Rahayu, T., & Hayati, A. (2018). Pengaruh Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) sebagai ZPT Alami terhadap Pembentukan Akar Stek Pucuk Tanaman Krisan. e-Jurnal Ilmiah SAINS ALAMI, 1(1), 34–38.

[5] Lingga, P., & Marsono. (2000). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

[6] Manullang, S. (2010). Senyawa Aktif dalam Limbah Kulit Bawang.

[7] Marsono. (2001). Dasar-Dasar Ilmu Tanah dan Pupuk.

[8] Nurcholis, M., & Rochimi, A. (2012). Pengelolaan Sampah Organik.

[9] Rahmawati, D. (2020). Pemanfaatan Kulit Bawang Merah untuk Tanaman. Diakses dari: http://cybex.pertanian.go.id

[10] Rahayu, S., et al. (2015). Ekstraksi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Limbah Kulit Bawang Merah sebagai Antioksidan Alami. Jurnal Al-Kimiya, 2(1).

[11] Rinzani, A., et al. (2020). Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pupuk Organik Cair.

[12] Syfandy, I. (2017). Pengaruh Ekstrak Limbah Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi secara Hidroponik. Skripsi UIN Ar-Raniry.

[13] Yunus, M., et al. (2022). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Organik.

Downloads

Published

2025-08-07

How to Cite

Hakim, R. J., Indrawati, W., Setyowati, A. D., Auliyah, D. S., & Laia, W. (2025). Pembuatan POC Solusi Penumpukan Limbah Kulit Bawang Merah. Garda: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 151–156. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/grd/article/view/52553