Penjernihan dan Penyaringan Air untuk Meningkatkan Kualitas Air di Pondok Pesantren Nurul Ihsan
Keywords:
air bersih, koagulan, pasir aktif, penjernihan air, teknologi tepat gunaAbstract
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren. Pondok Pesantren Nurul Ihsan yang berlokasi di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan masih menghadapi kendala dalam memperoleh air bersih karena sumber air yang digunakan sering berwarna keruh, berbau, dan mengandung partikel tersuspensi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan santri melalui penerapan teknologi tepat guna berupa alat penjernih air sederhana menggunakan kombinasi tawas (aluminium sulfat) sebagai koagulan dan pasir aktif sebagai media filtrasi. Metode kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan teori, praktik pembuatan dan instalasi alat, serta simulasi perawatan sistem filtrasi. Kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif, ditunjukkan oleh ketertarikan serta keaktifan para santri dalam mengikuti setiap tahapan pelatihan. Hasil dari program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis santri mengenai proses penjernihan air dan sanitasi lingkungan, sekaligus meningkatkan kemandirian pesantren dalam menyediakan air bersih yang sehat secara aplikatif dan berkelanjutan.
ABSTRACT
The availability of clean water is a fundamental need that directly affects public health and quality of life, including within Islamic boarding school environments. Pondok Pesantren Nurul Ihsan, located in Keranggan Village, Setu District, South Tangerang City, still faces challenges in obtaining clean water because the water source used is often turbid, odorous, and contains suspended particles. This Community program aimed to empower students (santri) through the application of appropriate technology in the form of a simple water purification system using a combination of alum (aluminum sulfate) as a coagulant and active sand as a filtration medium. The activity method was carried out through theoretical training, practical fabrication and installation of the equipment, and filtration system maintenance simulations. The program ran smoothly and interactively, as demonstrated by the enthusiasm and active participation of the students during each training stage. The results of this program successfully enhanced the students' knowledge and practical skills regarding water purification processes and environmental sanitation, while simultaneously improving the boarding school's self-reliance in providing clean and healthy water in an applicable and sustainable manner.
References
[1] Fitriyah, I. A. Mayudin, M. F. A. Wahab, and P. Kusmiyati, “Penggunaan PAC, Tawas dan Arang Aktif Sebagai Koagulan pada Upam Ciruas Serang Banten,” J. Lingkung. Dan Sumberd. Alam, vol. 3, no. 2, pp. 87–92, 2020.
[2] A. Adhitasari and E. Andrijanto, “Pemodelan Kesetimbangan Massa pada Keadaan Tunak (Steady) sebagai Penentuan Konsentrasi Optimum Tawas (Alumunium Sulfate) pada Proses Penurunan Kadar Fe pada Sumber Air Tercemar,” J. Tek. Kim. dan Lingkung., vol. 4, no. 2, pp. 128–132, 2020.
[3] Sisnayati, E. Winoto, Yhopie, and S. Aprilyanti, “Perbandingan Penggunaan Tawas dan PAC terhadap Kekeruhan dan pH Air Baku PDAM Tirta Musi Palembang,” J. Redoks, vol. 6, no. 2, pp. 107–116, 2021, doi: https://doi.org/10.31851/redoks.v6i2.5841.
[4] Sulastri and I. Nurhayati, “Pengaruh Media Filtrasi Arang Aktif terhadap Kekeruhan, Warna dan TDS pada Air Telaga di Desa Balongpanggang,” WAKTU J. Tek. UNIPA, vol. 12, no. 1, pp. 43–47, 2014, doi: https://doi.org/10.36456/waktu.v12i1.825.
[5] World Health Organization, Guidelines for Drinking-water Quality: Fourth Edition Incorporating the First and Second Addenda, 4th ed. Geneva: World Health Organization, 2022.
[6] T. Mulyana, U. Kadaria, and P. W. Nugraheni, “Perbandingan Efektivitas antara Koagulan Lidah Buaya dan Tawas dalam Memperbaiki Kualitas Air Gambut,” J. Lingkung. dan Sumberd. Alam, vol. 8, no. 1, pp. 28–42, 2025, doi: https://doi.org/10.47080/jls.v8i1.3964.
[7] D. K. Isradaningtyas, T. Bagyono, and H. Santjoko, “Perbedaan Penggunaan Jenis Media Filtrasi Pasir dengan Karbon Aktif terhadap Penurunan Fe (Besi) Air Sumur Gali di Dusun Sidomulyo, Trimulyo, Sleman,” Sanitasi J. Kesehat. Lingkung., vol. 10, no. 1, pp. 32–36, Aug. 2018, doi: https://doi.org/10.29238/sanitasi.v10i1.780.
[8] P. Ramayani, E. Jumiati, and A. H. Daulay, “Penurunan Kadar Mn Dan Fe Air Sumur Gali Dengan Filtrasi Bahan Pasir Silika, Karbon Aktif Serat Daun Nanas, dan Zeolit,” J. Ikat. Alumni Fis. Univ. Negeri Medan, vol. 8, no. 3, pp. 25–28, 2022, doi: https://doi.org/10.24114/jiaf.v8i3.36445.
[9] A. Chiavola, C. Di Marcantonio, M. D’Agostini, S. Leoni, and M. Lazzazzara, “A combined experimental-modeling approach for turbidity removal optimization in a coagulation–flocculation unit of a drinking water treatment plant,” J. Process Control, vol. 130, p. 103068, 2023, doi: https://doi.org/10.1016/j.jprocont.2023.103068.
[10] B. B. Purba and R. S. Ripando, “Efektivitas Penggunaan Tawas dan Karbon Aktif pada Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Rumahan Putri Deli Kecamatan Namorambe Tahun 2024,” J. Penelit. Kesmasy, vol. 7, no. 2, pp. 121–131, 2025, doi: https://doi.org/10.36656/jpksy.v7i2.2349.
[11] R. Ronny and D. M. Syam, “Aplikasi Teknologi Saringan Pasir Silika dan Karbon Aktif dalam Menurunkan Kadar BOD dan COD Limbah Cair Rumah Sakit Mitra Husada Makassar,” Hig. J. Kesehat. Lingkung., vol. 4, no. 2, pp. 62–66, Aug. 2018.
[12] M. Gemala and N. Ulfah, “Efektifitas Metode Kombinasi Pasir Zeolit dan Arang Aktif dalam Pengolahan Air Lindi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” J. Tek. Kim. dan Lingkung., vol. 4, no. 2, pp. 162–167, 2020.
[13] D. W. Skaf, V. L. Punzi, J. T. Rolle, and K. A. Kleinberg, “Removal of micron-sized microplastic particles from simulated drinking water via alum coagulation,” Chem. Eng. J., vol. 386, p. 123807, Apr. 2020, doi: https://doi.org/10.1016/j.cej.2019.123807.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



