Pemanfaatan Limbah Biomassa sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Arang untuk Energi Alternatif
Keywords:
biomassa, briket arang, energi alternatif, pemberdayaan masyarakat, pengabdian kepada masyarakatAbstract
Pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi alternatif merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai jenis biomassa seperti tempurung kelapa, ranting kayu, sekam padi, dan serbuk gergaji memiliki potensi untuk diolah menjadi briket arang yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan. Namun, pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknologi pembuatan briket arang masih relatif terbatas. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Kimia Universitas Pamulang menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan pembuatan briket arang dari biomassa di Masjid Al-Muhajirin Puri Serpong 2 Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah biomassa menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup proses karbonisasi biomassa, penghalusan arang, pencampuran perekat, pencetakan, dan pengeringan briket. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan mampu memahami serta mempraktikkan proses pembuatan briket arang secara mandiri. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah biomassa secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi sederhana yang mudah diterapkan. Selain meningkatkan keterampilan praktis, kegiatan ini memberikan wawasan mengenai potensi pengembangan briket arang sebagai produk bernilai ekonomi dan peluang usaha skala rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan limbah biomassa secara berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
ABSTRACT
The utilization of biomass waste as an alternative energy source is one of the efforts that can be undertaken to reduce environmental pollution while increasing the economic value of organic waste that has not been optimally utilized. Various types of biomass, such as coconut shells, wood branches, rice husks, and sawdust, have the potential to be processed into charcoal briquettes that can be used as environmentally friendly alternative fuels. However, community knowledge and skills regarding charcoal briquette production technology remain relatively limited. Therefore, the Chemical Engineering Study Program of Universitas Pamulang conducted a Community Service Program (PKM) in the form of counseling and training on charcoal briquette production from biomass at Al-Muhajirin Mosque, Puri Serpong 2, South Tangerang. This activity aimed to improve the knowledge, skills, and awareness of the community in utilizing biomass waste to produce useful and economically valuable products. The methods employed included counseling, demonstrations, hands-on practice, as well as discussions and activity evaluation. The materials provided covered the biomass carbonization process, charcoal grinding, binder mixing, briquette molding, and drying. The results showed that the participants demonstrated high enthusiasm and were able to understand and independently practice the charcoal briquette production process. The activity also provided the community with an understanding of the importance of sustainable biomass waste management through the application of simple and easily implementable technology. In addition to improving practical skills, the activity provided insights into the potential development of charcoal briquettes as economically valuable products and opportunities for small-scale household businesses. This activity is expected to encourage the sustainable utilization of biomass waste, reduce dependence on conventional fuels, and create new business opportunities for the community.
References
[1] P. Basu, Biomass Gasification, Pyrolysis and Torrefaction: Practical Design and Theory, 3rd ed. London: Academic Press, 2018.
[2] A. Demirbas, Biorefineries: For Biomass Upgrading Facilities. London: Springer, 2009.
[3] P. D. Grover and S. K. Mishra, Biomass Briquetting: Technology and Practices. Bangkok: Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), 1996.
[4] N. Kaliyan and R. Vance Morey, “Factors affecting strength and durability of densified biomass products,” Biomass and Bioenergy, vol. 33, no. 3, pp. 337–359, 2009, doi: https://doi.org/10.1016/j.biombioe.2008.08.005.
[5] I. E. Onukak, I. A. Mohammed-Dabo, A. O. Ameh, S. I. R. Okoduwa, and O. O. Fasanya, “Production and Characterization of Biomass Briquettes from Tannery Solid Waste,” Recycling, vol. 2, no. 4. p. 17, 2017. doi: https://doi.org/10.3390/recycling2040017.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



