Pemanfaatan Sampah Kulit Buah dan Sayuran sebagai Bahan Baku Pembuatan Eco-Enzyme
Keywords:
eco-enzyme, sampah organik, pendidikan lingkungan, teknologi ramah lingkungan, pemberdayaan siswaAbstract
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan siswa melalui pelatihan pemanfaatan sampah kulit buah dan sayuran sebagai bahan baku pembuatan eco-enzyme. Pelatihan mencakup dua tahap utama, yaitu sesi teori dan praktik. Pada sesi teori, peserta diberikan pengetahuan mengenai manfaat eco-enzyme sebagai pembersih rumah tangga ramah lingkungan, pentingnya keberlanjutan, serta teknik dasar pembuatannya. Sementara itu, sesi praktik melibatkan siswa secara langsung dalam setiap langkah proses, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga pemahaman tahap fermentasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa siswa mampu memproduksi eco-enzyme sederhana dengan kualitas yang baik. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang praktik berkelanjutan sekaligus memberikan keterampilan praktis yang dapat mendukung kegiatan kewirausahaan di masa depan.
ABSTRACT
This community service program aims to empower students through training on the utilization of fruit and vegetable peel waste as raw materials for eco-enzyme production. The training consists of two main stages: theory and practice. In the theory session, participants were provided with knowledge regarding the benefits of eco-enzyme as an eco-friendly household cleaner, the importance of sustainability, and the basic techniques of its production. Meanwhile, the practical session directly involved students in every step of the process, from material preparation and mixing to understanding the fermentation stage. The results showed that students were able to produce simple eco-enzyme with good quality. This activity successfully enhanced students' understanding of sustainable practices while providing practical skills to support future entrepreneurial activities.
References
[1] D. S. Hutagalung, E. Naria, and W. R. E. Tumanggor, “Analisis efektifitas pengelolaan sampah organik kering dengan metode komposting pada taman kota,” TROPHICO, vol. 3, no. 1, pp. 33–41, 2023, doi: https://doi.org/10.32734/trophico.v3i1.11699.
[2] S. Y. Handono et al., “A Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Dan Eco Enzyme Di Kota Malang: Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Dan Eco Enzyme Di Kota Malang,” J. ABDI Media Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 9, no. 1, pp. 60–67, 2023.
[3] G. K. Sari et al., “Pemanfaatan Olahan Limbah Rumah Tangga Kulit Buah dan Sayur Menjadi Eco Enzyme Ramah Lingkungan di Desa Ngaringan Kabupaten Grobogan,” J. Pengabdi. Masy. Bhinneka, vol. 3, no. 4, pp. 205–212, 2025, doi: https://doi.org/10.58266/jpmb.v3i4.137.
[4] N. K. A. Artiningsih and S. P. Hadi, “Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga (Studi Kasus di Sampangan & Jomblang, KotaSemarang),” Serat Acitya, vol. 1, no. 2, pp. 107–114, 2012.
[5] Darmayasa et al., Ekowisata Indonesia: Peluang, tantangan dan peran wisata alam untuk pembangunan berkelanjutan. Yogyakarta: PT. Star Digital Publishing, 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



