Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Black Garlic untuk Diversifikasi Produk Olahan Bawang Putih

Authors

  • Rusnia Junita Hakim Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Wiwik Indrawati Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Murni Handayani Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Agustina Dyah Setyowati Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan

Keywords:

bawang putih, black garlic, fermentasi, kesehatan, antioksidan

Abstract

Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kegiatan PkM yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu tema kegiatan PkM yang dilaksanakan adalah edukasi dan pelatihan pembuatan black garlic sebagai produk pangan fungsional berbasis bawang putih. Black garlic merupakan produk olahan bawang putih yang dihasilkan melalui proses pemanasan dan fermentasi pada suhu sekitar 60–70 °C selama 2–3 minggu. Selama proses tersebut terjadi berbagai perubahan fisik dan kimia, termasuk reaksi Maillard yang menghasilkan perubahan warna bawang putih menjadi hitam serta pembentukan berbagai senyawa hasil reaksi yang berkontribusi terhadap karakteristik dan aktivitas biologis black garlic. Produk yang dihasilkan memiliki tekstur lebih lunak, rasa yang cenderung manis, dan aroma yang lebih ringan dibandingkan bawang putih segar. Black garlic dapat dikonsumsi secara langsung maupun digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai olahan pangan. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan praktik langsung pembuatan black garlic menggunakan metode sederhana dengan memanfaatkan rice cooker. Metode ini dipilih karena mudah diterapkan dan menggunakan peralatan yang relatif sederhana sehingga dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan ketertarikan yang tinggi terhadap proses pembuatan black garlic. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bawang putih menjadi produk pangan bernilai tambah serta mendorong diversifikasi produk olahan bawang putih yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

ABSTRACT

Higher education institutions play an important role in development through the implementation of the Three Pillars of Higher Education (Tri Dharma Perguruan Tinggi), one of which is community service. The community service activity conducted by lecturers and students of the Chemical Engineering Study Program aims to enhance public knowledge and skills to provide benefits for community welfare. One of the themes implemented was education and training on making black garlic as a garlic-based functional food product. Black garlic is a processed garlic product produced through heating and fermentation processes at temperatures around 60–70 °C for 2–3 weeks. During this process, various physical and chemical changes occur, including the Maillard reaction, which changes the color of the garlic to black and forms various reaction compounds that contribute to the characteristics and biological activities of black garlic. The resulting product has a softer texture, a sweet taste profile, and a milder aroma compared to fresh garlic. Black garlic can be consumed directly or used as an additive in various processed food products. The community service activity was carried out in the form of counseling and hands-on practice in making black garlic using a simple method utilizing a rice cooker. This method was chosen because it is easy to implement and uses relatively simple equipment, allowing it to be done independently at home. During the activity, participants showed high enthusiasm and interest in the black garlic production process. This activity is expected to increase participants' knowledge and skills in processing garlic into value-added food products and encourage the diversification of garlic-processed products that can be developed independently by the community.

References

[1] H. Atmojo and A. Batrisyia Arifin, “Pemanfaatan Black Garlic Dalam Pembuatan Saus Hoisin,” J. PARIWISATA VOKASI, vol. 5, no. 1, pp. 43–57, Sep. 2024.

[2] Nelwida, Berliana, and Nurhayati, “Kandungan Nutrisi Black garlic Hasil Pemanasan dengan Waktu Berbeda: Nutrition content of Black garlic heated in different times,” J. Ilm. Ilmu-Ilmu Peternak., vol. 22, no. 1, pp. 53–64, 2019, doi: https://doi.org/10.22437/jiiip.v22i1.6471.

[3] S. Kimura, Y.-C. Tung, M.-H. Pan, N.-W. Su, Y.-J. Lai, and K.-C. Cheng, “Black garlic: A critical review of its production, bioactivity, and application,” J. Food Drug Anal., vol. 25, no. 1, pp. 62–70, 2017, doi: https://doi.org/10.1016/j.jfda.2016.11.003.

[4] T. Ahmed and C.-K. Wang, “Black Garlic and Its Bioactive Compounds on Human Health Diseases: A Review,” Molecules, vol. 26, no. 16. p. 5028, 2021. doi: https://doi.org/10.3390/molecules26165028.

[5] M. Afzaal et al., “Nutritional, biological, and therapeutic properties of black garlic: a critical review,” Int. J. Food Prop., vol. 24, no. 1, pp. 1387–1402, Jan. 2021, doi: https://doi.org/10.1080/10942912.2021.1967386.

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Hakim, R. J., Indrawati, W., Handayani, M., & Setyowati, A. D. (2026). Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Black Garlic untuk Diversifikasi Produk Olahan Bawang Putih. Garda: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 118–123. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/grd/article/view/65577