Pelatihan Pembuatan Lampu Otomatis berbasis Sensor Cahaya LDR sebagai Teknologi Tepat Guna bagi Warga RT 05 RW 04 Cisauk Kabupaten Tangerang

Authors

  • Slamet Rahardian Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Muhamad Cahyadi Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • M. Nasrun Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Irwan Aranda Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Sigit Arianto Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan
  • Riki Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan

Keywords:

lampu otomatis, sensor LDR, teknologi tepat guna, efisiensi energi, pengabdian kepada masyarakat

Abstract

Penerangan yang menyala sepanjang waktu tanpa mempertimbangkan kondisi cahaya di sekitarnya masih menjadi kebiasaan umum di lingkungan permukiman, termasuk di RT 05 RW 04 Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kebiasaan menyalakan dan mematikan lampu teras maupun lampu gang secara manual berpotensi menimbulkan pemborosan energi listrik, terutama ketika warga lupa mematikan lampu pada siang hari atau terlambat menyalakannya saat hari mulai gelap. Kondisi ini mendorong perlunya penerapan teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat secara mandiri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga RT 05 RW 04 Cisauk dalam membuat lampu otomatis berbasis sensor cahaya Light Dependent Resistor (LDR), yang dapat menyala dan mati secara otomatis mengikuti intensitas cahaya di lingkungan sekitar. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2026 dan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari warga, pengurus RT/RW, dan karang taruna setempat. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui penyuluhan konsep dasar rangkaian elektronika, demonstrasi perakitan rangkaian sensor LDR, serta praktik langsung pemasangan pada titik penerangan di lingkungan RT. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai prinsip kerja sensor LDR dan teknologi tepat guna, yang dapat dilihat dari hasil pre-test dengan nilai rata-rata 47,75 serta post-test dengan nilai rata-rata 84. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung efisiensi penggunaan energi listrik dan penguatan kemandirian teknologi di tingkat masyarakat.

ABSTRACT

Lighting that remains switched on regardless of surrounding light conditions is still a common habit in residential neighborhoods, including RT 05 RW 04 Cisauk, Tangerang Regency. The habit of manually turning porch and alley lights on and off often leads to wasted electrical energy, particularly when residents forget to turn off the lights during the day or turn them on late once it gets dark. This condition highlights the need for a simple, low-cost, and easily applicable appropriate technology that the community can adopt independently. This Community Service Program (PKM) aims to provide knowledge and practical skills to the residents of RT 05 RW 04 Cisauk in building an automatic lamp based on a Light Dependent Resistor (LDR) sensor, which can switch on and off automatically according to the surrounding light intensity. The program was conducted on May 14, 2026, and attended by 20 participants consisting of residents, neighborhood administrators, and local youth organization members. The implementation method was participatory, involving education on basic electronic circuit concepts, demonstration of assembling the LDR sensor circuit, and hands-on practice installing the device at a lighting point within the neighborhood. The results showed an improvement in participants' understanding of the working principle of the LDR sensor and appropriate technology, reflected in an average pre-test score of 47.75 and an average post-test score of 84. Thus, this PKM activity made a positive contribution to supporting electrical energy efficiency and strengthening technological self-reliance at the community level.

References

[1] E. N. Budisusila, D. Nugroho, and M. Khosyi’in, “Penyuluhan Standarisasi Lampu Penerangan Jalan Umum Bagi Masyarakat Desa Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang,” ABDIKAN J. Pengabdi. Masy. Bid. Sains dan Teknol., vol. 5, no. 2, pp. 152–162, May 2026.

[2] A. K. Tsauqi et al., “Saklar Otomatis berbasis Light Dependent Resistor (LDR) pada Mikrokontroler Arduino Uno,” Jt. Pros. IPS dan Semin. Nas. Fis., vol. 5, pp. SNF2016-CIP-19–24, Oct. 2016, doi: https://doi.org/10.21009/0305020105.

[3] N. E. Ramadhani et al., “Appropriate Technology Innovation: Automatic Sensor Lights with Digital Suggestion Boxes in Pandanarum Village,” J. Community Serv. Engagem., vol. 1, no. 2, pp. 125–133, Jan. 2026, doi: https://doi.org/10.65310/n8rqyq36.

[4] B. S. A. Sutikno and M. I. Sikki, “Pelatihan Kendali Lampu secara Otomatis untuk Lampu Penerangan Jalan Desa Simpangan,” An-Nizam J. Bakti Bagi Bangsa, vol. 1, no. 3, pp. 17–24, 2022, doi: https://doi.org/10.33558/an-nizam.v1i3.3447.

[5] N. A. Syafitri and A. Bachri, Penerangan Lampu Jalan Otomatis berbasis Arduino dengan Sensor LDR. Pekanbaru: CV. Angkasa Media Literasi, 2026.

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Rahardian, S., Cahyadi, M., Nasrun, M., Aranda, I., Arianto, S., & Riki. (2026). Pelatihan Pembuatan Lampu Otomatis berbasis Sensor Cahaya LDR sebagai Teknologi Tepat Guna bagi Warga RT 05 RW 04 Cisauk Kabupaten Tangerang. Garda: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 133–137. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/grd/article/view/65581