Hubungan Moderasi Beragama dengan Masyarakat Multikultural dalam Praktik Konseling

Authors

  • Nunik Nurhozanah UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Syamsudin RS Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
  • Zaura Sylviana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Keywords:

moderasi beragama, konseling multikultural, sosial masyarakat

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai moderasi beragama dalam praktik konseling multikultural sebagai bentuk kontribusi pengabdian kepada masyarakat dalam konteks sosial Indonesia yang majemuk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif berbasis metode studi pustaka dengan menelaah literatur ilmiah, kebijakan Kementerian Agama, serta teori konseling multikultural. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa moderasi beragama yang meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi memiliki relevansi kuat dalam meningkatkan kualitas layanan konseling berbasis keragaman budaya dan agama. Penguatan moderasi beragama terbukti mendorong konselor untuk memiliki kesadaran reflektif terhadap bias budaya, pemahaman lintas budaya, serta keterampilan intervensi adaptif. Konselor dituntut untuk memiliki kompetensi multikultural yang meliputi kesadaran diri, pengetahuan lintas budaya, keterampilan intervensi adaptif, serta kemampuan membangun dialog konstruktif. Tantangan utama yang ditemukan meliputi bias budaya, keterbatasan kompetensi multikultural, serta resistensi sebagian masyarakat terhadap konsep moderasi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, pengembangan instrumen konseling yang responsif budaya, untuk mewujudkan layanan konseling yang inklusif. Integrasi moderasi beragama dinilai mampu memperkuat pembinaan harmoni sosial, sekaligus meningkatkan efektivitas layanan konseling sebagai kegiatan pengabdian masyarakat.

References

Azizah, Nurul. 2020. “URGENSI KOMPETENSI MULTIKULTURAL DARI KONSELOR SEBAGAI SARANA MEMBANGUN INTEGRITAS BANGSA.” Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling 1 (01): 12–19. https://doi.org/10.36728/cijgc.v1i01.1170.

Bastomi, Hasan. 2022. “Penguatan Moderasi Beragama Bagi Calon Konselor dalam Layanan Konseling Multikultural.” Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1 (2): 83–94. https://doi.org/10.35878/kifah.v1i2.561.

Febrianto, Sobri, and Elya Munfarida. 2023. “IMPLIKASI KONSEP MODERASI BERAGAMA TERHADAP MULTIKULTURALISME DI INDONESIA.” Jurnal SUARGA: Studi Keberagamaan Dan Keberagaman 2 (1): 72–96. https://doi.org/10.24090/suarga.v2i1.8233.

Haitomi, Faisal, Maula Sari, and Nor Farah Ain Binti Nor Isamuddin. 2022. “Moderasi Beragama Dalam Perspektif Kementerian Agama Republik Indonesia: Konsep Dan Implementasi.” Al-Wasatiyah: Journal of Religious Moderation 1 (1): 66–83. https://doi.org/10.30631/jrm.v1i1.2.

Millah, Cut Ulfa, and Elya Munawarah Nasution. 2024. Moderasi Beragama di Indonesia: Konsep Dasar dan Pengaruhnya. 1 (1).

Muh. Azhar Mubarak, Azhar. 2023. “Implementasi Konseling Lintas Agama Dan Budaya Dalam Mewujudkan Toleransi Beragama.” Counseling AS SYAMIL Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam 3 (1): 39–50. https://doi.org/10.24260/as-syamil.v3i1.1181.

Siti Dwi Yasinta, Disma Nadya Shakila, Rita Munifah Ramadhan, and Bakhrudin All Habsy. 2025. “Pelatihan Konseling Multibudaya dalam Pendidikan Konselor.” Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan 2 (3): 160–78. https://doi.org/10.62383/edukasi.v2i3.1690.

Wahid, Abdul. 2024. “Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam: Implementasi dalam Pendidikan Multikultural di Indonesia.” Scholars 2 (1): 29–36. https://doi.org/10.31959/js.v2i1.2367.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Nurhozanah, N., Syamsudin RS, & Zaura Sylviana. (2026). Hubungan Moderasi Beragama dengan Masyarakat Multikultural dalam Praktik Konseling. ABDIMAS Iqtishadia, 4(1), 30–44. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/iqtis/article/view/55099