Membangun Karakter Baik dan Sikap Empati Siswa SMA di Yayasan Al-Kahfi melalui Cerita Pembelajaran Moral dalam Sastra

Authors

  • Kusen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang
  • Vika Fadillah Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang
  • Femmy Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang
  • Rahmawati Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang
  • Teris Idham Putra Permana Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang
  • Muhamad Naufal Fadli Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/isjt.v5i1.52044

Keywords:

Karakter, Sikap, Sastra Indonesia

Abstract

Program pengabdian masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menumbuhkan akhlak mulia dan empati di kalangan siswa SMA di Yayasan Al-Kahfi melalui sastra Indonesia berbasis moral. Kegiatan partisipatif satu hari ini meliputi konseling, diskusi interaktif, pemutaran film pendek, lokakarya literasi, dan penulisan cerita pendek. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat membaca (60% siswa meminjam buku setelah kegiatan), keterampilan literasi (7 cerita pendek karya siswa), dan penguatan karakter moral (80% menerapkan nilai-nilai moral setiap hari). Kolaborasi antara universitas, sekolah, dan orang tua terbukti vital untuk keberlanjutan. Tantangan utama meliputi keterbatasan waktu dan akses digital yang tidak stabil. Rekomendasi meliputi perpanjangan durasi program, peningkatan infrastruktur digital, dan pelatihan guru. Program ini berhasil mengintegrasikan sastra sebagai alat strategis untuk pengembangan karakter remaja, dengan menekankan empati dan nilai-nilai etika.

References

Aswati. (2024). Internalisasi Nilai-nilai Ajaran Islam melalui PKM dalam Penumbuhan Sikap Peduli Sosial Siswa. Laporan PKM, Malang.

Damono, S. D. (1979). Sastra dan Sosiologi: Sebuah Pengantar Ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Sastra. Jakarta.

Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.

Mar, R. A., Oatley, K., Hirsh, J., dela Paz, J., & Peterson, J. B. (2006). Bookworms versus nerds: Exposure to fiction versus non-fiction, divergent associations with social ability, and the simulation of fictional social worlds. Journal of Research in Personality, 40(5), 694–712.

Nnaka, A. S. (2024). Analisis Empati Siswa Melalui Penghayatan Makna Tembang Jawa Gugur Gunung [Skripsi]. Universitas Negeri Semarang.

Semi, A. (2012). Metode Pengkajian Sastra. Angkasa.

Sujinah. (2016). Peningkatan Literasi melalui Pembelajaran Sastra. Jurnal FKIP.

Taman, P., Anwar, M., & Amraj, M. A. K. (2023). Cara Menggunakan Ujaran Sehari-hari untuk Memperpanjang Pembicaraan. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS), 1(1), 58–66.

Wardani, D. O. K. (2023). Perbandingan Bentuk Perlawanan Mahasiswa Pasca Kemerdekaan dalam Novel Lelaki di Tengah Hujan dengan Lelaki yang Membunuh Kenangan [Skripsi]. Universitas Sebelas Maret.

Downloads

Published

2026-02-01