Pendampingan Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Tanaman Cabai untuk Prediksi Hasil Panen di Desa Bandar Agung, Lampung Timur
DOI:
https://doi.org/10.32493/j.pdl.v8i2.57803Keywords:
cabai merah, pendampingan, prediksi hasil panen, standar operasional prosedurAbstract
Hasil panen cabai merah di Dusun Glimbung Desa Bandaragung Kecamatan Bandar Sribawono Lampung Timur menunjukkan fluktuasi akibat faktor lingkungan yang kurang mendukung, seperti penurunan kesuburan tanah, meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta penggunaan pestisida yang tidak terkendali. Kondisi ini berdampak pada peningkatan kerentanan tanaman, memicu resistensi hama, dan menurunkan produktivitas. OPT utama yang menyerang cabai merah meliputi Bemisia tabaci, thrips, dan lalat buah, sedangkan penyakit dominan antara lain antraknosa, layu fusarium, dan layu bakteri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pendampingan kepada kelompok petani di Dusun Glimbung Desa Bandaragung Kecamatan Bandar Sribawono Lampung Timur untuk menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya cabai berdasarkan prinsip Good Agriculture Practices (GAP). Penerapan SOP meliputi pengolahan tanah, pemupukan, pengairan, pengendalian OPT, dan persiapan panen. Berdasarkan observasi dan analisis data sampel tanaman cabai diperoleh prediksi hasil panen cabai per hektar mencapai 13,43 ton. Hasil prediksi tersebut mengindikasikan bahwa hasil panen yang akan diperoleh melampaui rata-rata produktivitas nasional yang berkisar antara 8-9 ton/ha.
References
Efrizal, E., Zakaria, I. J., & Syaiful, F. L. (2018). PENYULUHAN BUDIDAYA CABAI MERAH (Capsicum annuum L) DI NAGARI PARIANGAN, KECAMATAN PARIANGAN, KABUPATEN TANAH DATAR, SUMATERA BARAT. BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN, 1(4), 146-1`55. https://doi.org/10.25077/buletin ilmiah nagari membangun.v1i4.54
Hakim, A., Syukur, M., & Widodo, . (2014). Ketahanan Penyakit Antraknosa terhadap Cabai Lokal dan Cabai Introduksi. Buletin Agrohorti, 2(1), 31–36. https://doi.org/10.29244/AGROB.2.1.31-36
Hudori, M. (2024). Sosialisasi dan Motivasi Pentingnya Belajar sampai Perguruan Tinggi untuk Santri Rumah Quran Daarul Itishom. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(11), 3000–3004.
Panjaitan, E., Lubis, R., Nainggolan, M., & Sidauruk, L. (2020). PEMANFATAAN TEKNOLOGI SEBAGAI UPAYA MENGURANGI RESIKO GAGAL PANEN CABAI MERAH DI KABUPATEN SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA. LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 582–588. https://doi.org/10.25077/LOGISTA.4.2.582-588.2020
Putra, A. (2025). Klasifikasi Penyakit Daun Cabai Dengan Metode CNN Untuk Deteksi Awal. Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung, 6(1). https://doi.org/10.23960/JPI.V6N1.147
RUSMAN, I. W., SUNITI, N. W., SUMIARTHA, I. K., SUDIARTA, I. P., WIRYA, G. N. A. S., & UTAMA, I. M. S. (2018). Pengaruh Penggunaan Beberapa Paket Teknologi terhadap Perkembangan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dan Cabai Besar (Capsicum annuum L.) di Dataran Tinggi. Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 354–362. https://ojs.unud.ac.id/index.php/jat/article/view/42187
Saves, S., Payong, P., Bajar, A., Elfrida Ujeng, M., Desiana Alus, M., & Ruteng, P. (2023). Pembuatan Pestisida Nabati Sebagai Solusi Pengurangan Pestisida Kimia Dalam Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman. Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal, 6(2), 267–272. https://doi.org/10.33330/JURDIMAS.V6I2.1889
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mahfuz Hudori, Reni Permata Sari, Ma'rufah Hayati, Sabina Latifatul Khoiriah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat The Effect of Open Access).

















