Pengembangan Sistem Informasi Kegiatan Edukasi Kesehatan Lingkungan Kota Depok Menggunakan Metode Waterfall
DOI:
https://doi.org/10.32493/j.pdl.v8i2.58761Keywords:
Sistem Informasi, Edukasi Kesehatan Lingkungan, SiLingkar, Kota Depok, WaterfallAbstract
Dinas Kesehatan Kota Depok menghadapi tantangan dalam mengelola dan mendiseminasikan informasi kegiatan edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat. Proses penyebaran informasi dan pengelolaan kegiatan yang masih dilakukan secara manual menyebabkan keterbatasan jangkauan, kesulitan dalam pemantauan peserta, dan minimnya data yang dapat dianalisis untuk evaluasi program. Sistem konvensional yang digunakan tidak mampu mengintegrasikan data kegiatan, pendaftaran peserta, absensi, hingga penerbitan sertifikat secara efisien. Untuk mengatasi permasalahan ini, dikembangkan Sistem Informasi Kegiatan Edukasi Kesehatan Lingkungan (SiLingkar) menggunakan metode waterfall. Metode ini dipilih karena memiliki tahapan yang jelas dan terstruktur, mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. SiLingkar menyediakan tiga level pengguna yaitu Super Admin (Dinkes), Admin Puskesmas, dan Peserta dengan fitur-fitur seperti manajemen user, manajemen kegiatan, daftar hadir, penerbitan sertifikat otomatis, serta pelaporan dan statistik berbasis data. Aplikasi ini telah berhasil diimplementasikan dan melalui tahap sosialisasi serta uji coba kepada pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SiLingkar mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan kegiatan edukasi kesehatan lingkungan, memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, dan menyediakan data yang akurat untuk pengambilan keputusan di tingkat Dinas Kesehatan Kota Depok.
References
Azizah, N. R., Puspikawati, S. I., & Oktanova, M. A. (2018). Inspeksi kesehatan lingkungan sekolah dasar di Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(1), 11–21. http://e-journal.unair.ac.id/JPHRECODE
Hidayati, A., Warsuta, B., Muharram, A. T., Laya, M., Fadillah, D. R., & Yudiatama, A. (2023). Online safe food training application (Lalapan) Depok City. Abdimas Galuh, 5(1), 282–294. https://jurnal.unigal.ac.id/abdimasgaluh/article/view/7854
Kadarusno, A. H. (2017). Sistem informasi kesehatan lingkungan. Politekkes Kemenkes Yogyakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI.
Maulida, D., & Prabawa, A. (2023). Rancangan sistem informasi monitoring dan evaluasi kit sanitarian puskesmas. Jurnal Indonesia: Manajemen Informatika dan Komunikasi, 4(2), 462–472. https://doi.org/10.35870/jimik.v4i2.236
Nuryanto, N. (2024). Evaluasi sistem informasi kesehatan lingkungan menggunakan model CIPP. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(2), 95–102. https://doi.org/10.14710/jkli.23.2.95-102
Prasetya, F. D. (2024). Pemanfaatan teknologi informasi kesehatan untuk edukasi masyarakat. Bagimu Negeri: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 45–52. https://doi.org/10.26905/jbm.v8i1.10541
Schwalbe, K. (2019). Information technology project management (8th ed.). Cengage Learning.
Utami, S., Wahyuningsih, N. E., & Budiyono, B. (2020). Pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung pengambilan kebijakan kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–132. https://doi.org/10.15294/jkm.v15i2.24125
Warongan, V. A., Nanlohy, E. D. A., & Lubis, M. A. (2025). Solusi permasalahan kesehatan berbasis teknologi informasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mitra Sejati, 6(1), 10–18.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Asep Taufik Muharram, Bambang Warsuta, Ayres Pradiptyas, Yelena Theresia Sibuea, Hafiz Rizqi Secario, Ibnu Dwito Abimanyu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat The Effect of Open Access).

















