Efektivitas Pemberian Edukasi terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Hemodialisa di Desa Kampung Baru Kecematan Marga
DOI:
https://doi.org/10.32493/j.pdl.v9i1.61926Keywords:
Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, KecemasanAbstract
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tahun 2020 angka kejadian gagal ginjal kronis seluruh dunia mencapai 10% dari populasi. Sementara pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisa diperkirakan mencapai 1,5 juta orang diseluruh dunia, angka kejadian meningkat 8% setiap tahunnya. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 menunjukkan bahwa Prevalensi nasional Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar sekitar 0,16%–0,18% dari populasi dan dari analisis data. Tujuan : Memberikan gambaran mengenai efektivitas memberikan edukasi terhadap tingkat kecemasan pasien hemodialisa di Desa Kampung Baru Kecematan Marga Punduh Tahun 2026. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rencana penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus perawatan perdarahan. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif menurunkan tingkat kecemasan pasien hemodialisa. Pada Tn. S, skor kecemasan menurun dari 27 (kecemasan sedang) menjadi 16 (kecemasan ringan), sedangkan pada Tn. Saya menurun dari 28 (kecemasan berat) menjadi 15 (kecemasan ringan). Penurunan masing-masing sebesar 11 dan 13 poin menunjukkan respon positif terhadap intervensi edukasi kesehatan. Kesimpulan : Edukasi kesehatan efektif dalam membantu pasien memahami kondisi penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) dan prosedur hemodialisa.
References
Damanik, H. (2020) ‘Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik Dalam Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia’, Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 6(1), Pp. 80–85.
Hardiansah, G. And Falah, M. (2025) ‘Pengaruh Edukasi Dan Terapi Musik Komunitas Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik; Literatur Riview’, Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), Pp. 1092–1105.
Hotimah, E.C., Handian, F.I. And Lumadi, S.A. (2022) ‘Pengaruh Pemberian Edukasi Tentang Efek Samping Tindakan Hemodialisa Rutin Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Hemodialisa Di Rssa Malang’, Malahayati Nursing Journal, 4(8), Pp. 1901–1915.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2023) Survei Kesehatan Indonesia (Ski) 2023.
Manurung, R. Et Al. (2024) ‘Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap’, Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 10(1), Pp. 117–122.
Marni, L. Et Al. (2023) ‘Edukasi Pembatasan Cairan Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Di Rumah Pada Pasien Dan Keluarga Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Pariaman’, Jurnal Abdimas Saintika, 5(1), Pp. 136–140.
Notoatmodjo, S. (2012) Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit Pt. Rineka Cipta.
Wijayanti, A.E., Bara, A.A. And Riton, H. (2022) ‘Edukasi Dan Pengenalan Aromaterapi Lavender Terhadap Tingkat Kelelahan (Fatigue) Pada Pasien Hemodialisa: Education And Introduction Of Aromatherapy Lavender On Fatigue Levels In Hemodialysis Patients’, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan, 2(4), Pp. 26–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Meri Gusleni, Rika Yulenda sari, Djunizar Djamaludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan ( Lihat The Effect of Open Access).

















