TEORI KELAS SOSIAL KARL MARX DAN EKSPLOITASI BURUH
Keywords:
Kelas Sosial, Buruh, EksploitasiAbstract
Karl Marx (1818-1883) berpendapat bahwa inti dari kehidupan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh dinamika kelas-kelas soisal. Menurutnya, keterasingan yang dialami oleh individu sebenarnya merupakan akibat dari eksploitasi kelas. Mengatasi eksploitasi ini Karl Marx mengusulkan perjuangan atau revolusi. Ia percaya bahwa melalui revolusi dapat menghapus kelas-kelas dalam masyarakat dan menegakkan kedilan. Hari buruh menjadi moment penting bagi Gerakan pekerja untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh dari berbagai kalangan. Di Indonesia, peringatan hari buruh biasanya dirayakan dengan aksi demontrasi damai oleh para pekerja yang menuntut perbaikan kondisi hidup mereka. Hal ini sejalan dengan pandangan Marx, yang menyatakan bahwa perjuangan kelas perlu dilakukan oleh buruh sebagai bagian dari kelas prolertariat. Perjuangan ini bertujuan untuk meningkatkan posisi tawar mereka dan mengurangi kesenjangan antara kelas atas dan kelas bawah dapat diatasi dengan harapan tidak ada lagi perbedaan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk kesenjangan antara kelas buruh dan kelas elit. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mempelajari fenomena sosial berdasarkan pengalaman langsung manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan sosial antara pekerja buruh dan mereka yang memiliki kekuasaan atas buruh menciptakan ruang bagi perjuangan kelas sebagaimana diungkapkan oleh Karl Marx. Dalam konteks ini, buruh mencoba melawan eskploitasi yang dilakukan oleh pemilik modal.
