KASUS BUNUH DIRI PADA MAHASISWA DARI PERSPEKTIF EMILE DURKHEIM
Keywords:
Bunuh diri, Mahasiswa, Emile Durkheim, Integrasi SosialAbstract
Kasus bunuh diri saat ini marak terjadi, tidak terkecuali di kalangan mahasiswa. Belakangan ini banyak sekali kasus bunuh diri pada mahasiswa tingkat awal ataupun tingkat akhir, banyak faktor yang dapat membuat mahasiswa memiliki ide untuk melakukan tindakan bunuh diri. Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari akademik ataupun non-akademik. Bunuh diri dapat diartikan sebagai tindakan seseorang untuk mengakhiri hidupnya sendiri secara sengaja yang dilakukan dengan berbagai cara. Menurut Emile Durkheim bunuh diri dibagi kedalam empat macam yaitu bunuh diri egoistik, altruistik, anomik dan fatalistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui faktor pendorong seseorang melakukan bunuh diri, mengetahui cara mencegah untuk tidak bunuh diri dan bunuh diri dilihat dari perspektif Emile Durkheim. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Dalam studi literatur mencakup berbagai analisis data dari berbagai sumber terkait faktor penyebab bunuh diri, cara mencegah dan teori bunuh diri Emile Durkheim. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi banyaknya kasus bunuh diri pada mahasiswa. Bunuh diri berkaitan erat dengan dua kekuatan dasar sosial yaitu integrasi sosial berupa hubungan antar individu dalam menjalin ikatan dalam masyarakat dan nilai sosial yang dapat berupa regulasi untuk mengatur kehidupan individu. Integrasi sosial yang terlalu lemah maupun terlalu kuat berpotensi membuat seseorang mengakhiri hidupnya.
