KETIMPANGAN SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN TRANSPORTASI DI KOTA SERANG MENURUT PANDANGAN KARL MARX
Keywords:
Ketimpangan, Transportasi, Karl MarxAbstract
Ketimpangan sosial dalam pembangunan transportasi di Kota Serang dapat dianalisis melalui perspektif teori konflik yang dikembangkan oleh Karl Marx. Marx berpendapat bahwa struktur sosial kapitalis menciptakan dominasi kelas penguasa atas kelas pekerja, yang menyebabkan alokasi sumber daya tidak merata. Ketimpangan ini juga tercermin dalam kondisi fisik transportasi publik di Kota Serang, yang sering kali tidak memadai, kurang aman, dan tidak terjangkau secara ekonomi. Sebaliknya, investasi besar diarahkan pada pembangunan jalan tol, flyover, dan infrastruktur lain yang lebih mengakomodasi pengguna kendaraan pribadi, yang umumnya berasal dari kelas ekonomi atas. Akibatnya, terjadi polarisasi dalam akses terhadap fasilitas transportasi, yang memperlebar jarak antara kelompok yang memiliki dan yang tidak memiliki sumber daya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kebijakan pembangunan transportasi lebih mengutamakan kelompok masyarakat kelas atas, seperti pengguna kendaraan pribadi, sementara kelompok masyarakat menengah ke bawah yang bergantung pada transportasi publik sering kali terpinggirkan. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi dampak ketimpangan tersebut terhadap mobilitas sosial, akses ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat di Kota Serang. Temuan awal menunjukkan bahwa pembangunan yang tidak merata memperkuat stratifikasi sosial, menghalangi akses kelompok tertentu terhadap peluang ekonomi dan sosial yang setara. Penelitian ini menyoroti perlunya kebijakan transportasi yang inklusif untuk menciptakan keadilan sosial sesuai dengan prinsip redistribusi sumber daya yang ditekankan oleh teori Marx.
