Pengenalan Perangkat IoT Berupa Alat Monitoring Kualitas Air Berbasis Aplikasi Blynk
Keywords:
Monitoring Kualitas Air, Internet of Things (IoT), Aplikasi Blynk, Sensor Kualitas Air, SMK Negeri 1 KragilanAbstract
Kebutuhan air bersih yang mendesak di Indonesia seringkali terhambat oleh kualitas sumber air yang buruk, terutama di daerah terpencil memiliki keterbatasan air bersih dan permasalahan sistem distribusi PDAM. Air sumur seringkali keruh dan tidak memenuhi standar pH, sementara kebocoran pipa PDAM dapat menyebabkan kontaminasi. Kualitas air yang tidak layak konsumsi menimbulkan risiko kesehatan. Metode tradisional untuk mengatasi masalah ini, seperti penyaringan sederhana dan pengukuran manual, memiliki keterbatasan efisiensi dan akurasi. Sebagai solusi, implementasi sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan aplikasi Blynk. Sistem ini mengintegrasikan sensor-sensor untuk mengukur kualitas air, mikrokontroler untuk pemrosesan data, dan Blynk untuk visualisasi dan kontrol secara real-time. Keuntungan utamanya adalah kemampuan untuk melakukan kontrol secara otomatis dan berkelanjutan, memungkinkan respons cepat terhadap perubahan kualitas air. Pengembangan sistem ini juga sejalan dengan konsep Smart City skala kecil. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Negeri 1 Kragilan melalui sosialisasi. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan IoT dalam monitoring kualitas air kepada siswa dan guru, meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka di bidang ini. Implementasi sistem monitoring berbasis IoT diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengatasi permasalahan kualitas air.
References
[1] M. A. M. David and R. Iriana, “Pembuatan prototype alat monitoring kualitas air berbasis Internet
of Things (IoT),” Jurnal Ilmiah Teknik (JUIT), vol. 3, no. 2, pp. 92–102, 2024, doi:
10.56127/juit.v3i2.1502.
[2] K. S. Bu’u, N. Nachrowie, and E. Sonalitha, “Monitoring kualitas air pada aquarium berbasis
Internet of Things (IoT),” Blend Sains Jurnal Teknik, vol. 2, no. 2, pp. 184–190, 2023, doi:
10.56211/blendsains.v2i2.321.
[3] R. Alfia, A. Widodo, N. Nurhayati, and N. Kholis, “Sistem monitoring kualitas air pada sistem
akuaponik berbasis IoT,” Jurnal Teknik Elektro, vol. 10, no. 3, pp. 707–714, 2021, doi:
10.26740/jte.v10n3.p707-714.
[4] F. Chuzaini and D. Dzulkiflih, “IoT monitoring kualitas air dengan menggunakan sensor suhu, pH,
dan Total Dissolved Solids (TDS),” Jurnal Inovasi Fisika Indonesia (IFI), vol. 11, no. 3, pp. 46–
56, 2022.
[5] A. Zamzami, O. Fransisco, I. Irwan, and M. I. Nugraha, “Sistem monitoring kualitas air tambak
udang berbasis Internet of Things (IoT),” Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Terapan
(SNITT), vol. 1, pp. 1–7, 2021.
[6] T. Rikanto and A. Witanti, “Sistem monitoring kualitas kekeruhan air berbasis Internet of Thing,”
Jurnal Fasilkom, vol. 11, no. 2, pp. 87–90, 2021, doi: 10.37859/jf.v11i2.2714.
[7] N. N. Aini, D. Siswanto, and G. Priyandoko, “Monitoring kualitas air pada cooling tower untuk
mendukung pengendalian proses blowdown berbasis Internet of Things (IoT),” SinarFe7, vol. 4,
no. 1, pp. 107–111, 2021.
[8] M. Yusri, Y. Maulita, and H. Sembiring, “Penerapan IoT dalam monitoring dan pengendalian
kualitas air,” Repeater: Publikasi Teknik Informatika dan Jaringan, vol. 2, no. 4, pp. 231–242,
2024, doi: 10.62951/repeater.v2i4.250.
[9] N. Aziezah, W. Sholihah, I. Novianty, M. Romadhona, and A. Mardiyono, “Sipekernik: Sistem
pemantau kekeruhan air dan pengairan pada akuaponik menggunakan sensor turbidity, LDR dan
water level,” JTIM: Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia, vol. 4, no. 4, pp. 261–271, 2023.
[10] A. Lestari and A. Zafia, “Penerapan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things,”
LEDGER: Journal Informatic and Information Technology, vol. 1, no. 1, pp. 17–24, 2022, doi:
10.20895/ledger.v1i1.776.
[11] H. Qulub, S. A. Wibowo, and A. Faisol, “Rancang bangun sistem monitoring kelayakan air minum
berbasis IoT menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto,” Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, vol.
7, no. 5, 2023.
[12] H. Hariyadi, M. Kamil, and P. Ananda, “Sistem pengecekan pH air otomatis menggunakan sensor
pH probe berbasis Arduino pada sumur bor,” Rang Teknik Journal, vol. 3, no. 2, pp. 340–346, 2020.
[13] R. S. Utami and Roslidar, “Sistem kendali dan pemantau kualitas air tambak udang berbasis
salinitas, suhu, dan pH air,” Journal of Informatics, Information System, Software Engineering and
Applications (INISTA), vol. 8, no. 1, pp. 43–48, 2023.
[14] I. Vipriyandhito, A. P. Kusuma, and D. F. H. Permadi, “Rancang bangun alat monitoring kualitas
air pada kolam ikan koi berbasis Arduino,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika), vol. 6,
no. 2, pp. 875–879, 2022, doi: 10.36040/jati.v6i2.5768.
[15] D. Ansarullah and H. Nurwarsito, “Monitoring kualitas air pada tambak udang berbasis Internet of
Things dengan protokol komunikasi ZigBee,” Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu
Komputer, vol. 6, no. 2, pp. 615–624, 2022.


