Solusi Penerangan Jalan Ramah Lingkungan Berbasis Tenaga Surya dengan Sensor Cahaya Otomatis
Keywords:
Penerangan Jalan Utama, Lampu, SMAN 1 PandeglangAbstract
Penerangan Jalan Umum (PJU) di sekolah sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga sekolah, terutama saat pagi dan sore hari. Namun, masih banyak PJU yang menggunakan listrik biasa, yang boros energi dan bergantung pada sumber daya yang tidak bisa diperbarui. Kadang-kadang lampu juga menyala saat tidak diperlukan, sehingga energi terbuang percuma, PJU tenaga surya bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Lampu ini menggunakan energi matahari, yang ramah lingkungan dan bisa diperbarui. Selain itu, sistem ini dilengkapi dengan sensor otomatis, jadi lampu hanya menyala saat malam hari atau ketika ada gerakan. Ini membuat penggunaan energi lebih hemat dan umur lampu jadi lebih lama. Sistem ini cocok untuk sekolah karena mendukung pembelajaran tentang lingkungan dan teknologi hijau. Siswa dan guru bisa melihat langsung contoh teknologi ramah lingkungan, sehingga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hemat energi sejak dini. Selain itu, PJU tenaga surya tetap bisa menyala meski listrik dari PLN padam, karena lampunya mandiri dan tidak butuh jaringan listrik tambahan. Pelaksanaan dimulai dengan koordinasi ke SMAN 1 Pandeglang, peninjauan lokasi, serta persiapan alat dan bahan.Dilanjutkan dengan pembelajaran interaktif melalui praktik perakitan alat penerangan tenaga surya dengan sensor cahaya otomatis.Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, dan umpan balik untuk menilai pemahaman dan keterampilan siswa. Hasil Dari kegiatan ini, siswa belajar secara langsung tentang energi terbarukan dan sensor otomatis, lebih sadar akan pentingnya lingkungan, serta mampu merakit lampu tenaga surya yang sederhana dan ramah lingkungan.
References
[1] M. T. Yasa and I. Sarief, “Perencanaan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) dan simulasi
DIALux (studi kasus Jalan Kolonel Masturi Cimahi),” Infotronik: Jurnal Teknologi Informasi dan
Elektronika, vol. 6, no. 1, pp. 7–19, 2021, doi: 10.32897/infotronik.2021.6.1.606.
[2] S. Hasanuddin and L. Azis, “Instalasi penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS),” Ainet: Jurnal
Informatika, vol. 3, no. 2, pp. 83–90, 2021, doi: 10.26618/ainet.v3i2.11898.
[3] M. Toh-arlim, A. Ma’arif, and A. A. Nuryono, “Desain sistem pengukuran parameter dan keamanan
penerangan jalan umum tenaga surya berbasis Internet of Thing (IoT),” Majalah Ilmiah Teknologi
Elektro, vol. 20, no. 2, 2021, doi: 10.24843/MITE.2021.v20i02.P18.
[4] J. St. Siregar, F. Arkan, and W. Sunanda, “Perencanaan penerangan jalan Penegang Petaling berbasis
tenaga surya,” Setrum: Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer, vol. 10, no. 1,
2021.
[5] M. T. Yasa and I. Sarief, “Perencanaan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) dan simulasi
DIALux (studi kasus Jalan Kolonel Masturi Cimahi),” Infotronik: Jurnal Teknologi Informasi dan
Elektronika, vol. 6, no. 1, pp. 7–19, 2021, doi: 10.32897/infotronik.2021.6.1.606.
[6] E. R. Arganata, W. S. Pambudi, and T. Suheta, “Rancang bangun kontrol penerangan jalan umum
tenaga surya yang dilengkapi informasi kondisi lampu dengan bantuan Internet of Things,”
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), vol. 9, no. 2, pp. 244–250, 2022, doi:
10.30865/jurikom.v9i2.3923.
[7] R. S. Poliyama, F. E. P. Surusa, and R. K. Abdullah, “Rancang bangun alat sistem monitor lampu
jalan umum tenaga surya berbasis teknologi Lo-Ra,” Jambura Journal of Electrical and Electronics
Engineering, vol. 3, no. 2, 2021.
[8] N. Nadhiroh, A. D. Aji, K. Kusnadi, and M. Dwiyaniti, “Instalasi penerangan jalan umum tenaga
surya (PJUTS) untuk warga Guha Kulon Klapanunggal,” Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks
untuk Masyarakat, vol. 11, no. 1, pp. 59–66, 2022, doi: 10.24198/dharmakarya.v11i1.36331.
[9] S. Hartanto and Guntoro, “Rancang bangun sistem penerangan jalan umum dengan solar cell 50WP
dan solar tracking,” Jurnal Elektro, vol. 10, no. 1, 2022.
[10] R. A. Susilo, “Perencanaan penerangan jalan umum menggunakan pembangkit listrik tenaga surya
pada Jalan Ir. H. Nusyirwan Ismail, M.Si di Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda,” JENSITEC (Journal of Engineering and Sustainable Technology), vol. 9, no. 2, pp. 785–793, 2023,
doi: 10.31949/jensitec.v9i02.3691.
[11] M. A. Kurniawan, A. Yamin, and P. Sakti, “Analisis perancangan penerangan jalan umum tenaga
surya (PJU-TS) akses Desa Wisata Mantar Kabupaten Sumbawa Barat,” JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu
Pendidikan, vol. 6, no. 5, pp. 2951–2956, 2023, doi: 10.54371/jiip.v6i5.1986.
[12] D. K. Nugraha, H. B. Harja, H. Setiawan, D. Hadiani, and M. Fathurohman, “Pemasangan
penerangan jalan umum tenaga surya (PJU-TS) di Desa Sukamandi, Sagalaherang, Subang,”
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 6, no. 3, 2023.
[13] W. Fathonah, E. Mina, R. Wigati, R. I. Kusuma, M. R. Aditya, D. D. Purnama, and D. N. Setiawati,
“Pendampingan pemasangan penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS) di Desa Panenjoan
Kabupaten Serang,” Civil Engineering for Community Development (CECD), vol. 2, no. 1, 2023.
[14] W. Widjanarko, F. Perdana, N. Alia, and H. Rarindo, “Instalasi penerangan jalan umum berbasis sel
surya di lingkungan RT 01/RW 06 Jl. Ikan Kakap Kota Malang,” Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 9–15, 2022.
[15] Y. Sihombing, D. M. Sari Nasution, I. Irwansyah, and F. H. Hasibuan, “Pengembangan smart
penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya dengan adaptive dimming berbasis kepadatan lalu
lintas,” Journal of Electrical Engineering Research, vol. 2, no. 1, 2026, doi: 10.64803/joeer.v2i1.24.


