Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis IoT untuk Meningkatkan Efisiensi Produktivitas Tanaman
Keywords:
Internet of Things (IoT), ESP32, Sensor Kelembapan Tanah, Sensor Suhu DHT11, Aplikasi BlynkAbstract
Sektor pertanian memiliki peran penting dalam keberlangsungan hidup manusia, namun
dihadapkan pada berbagai kendala seperti keterbatasan air dan ketidakpastian iklim. Di
lahan praktik milik Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), sistem
penyiraman yang masih bersifat manual menimbulkan ketidakefisienan dalam hal waktu,
tenaga kerja, dan pemanfaatan air, serta mencerminkan kesenjangan antara kompetensi
siswa dan tuntutan dunia industri pertanian yang semakin digital. Sebagai solusi,
dikembangkan sistem penyiraman berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu
mendeteksi dan mengatur tingkat kelembapan tanah secara otomatis melalui sensor tanah,
mikrokontroler (seperti Arduino/ESP32), serta jaringan WiFi. Teknologi ini
memungkinkan proses penyiraman dilakukan secara akurat dan efisien, menghindari
kelebihan atau kekurangan air yang dapat merugikan tanaman, sehingga hasil panen
menjadi lebih optimal. Lebih dari sekadar solusi teknis, sistem ini juga memiliki nilai
edukatif karena melibatkan siswa dalam desain, instalasi, dan pemrograman, sejalan
dengan pendekatan project-based learning yang mengedepankan pemecahan masalah
nyata. Dari aspek keberlanjutan, sistem dirancang modular, hemat biaya, mudah
digunakan, dan dapat dikembangkan lebih lanjut, seperti integrasi dengan panel surya
atau sistem pemupukan otomatis. Inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan teknis di
lapangan, tetapi juga mendukung pembelajaran vokasional yang berbasis teknologi.
References
[1] D. Alvendri, M. Giatman, and E. Ernawati, “Transformasi pendidikan kejuruan: Mengintegrasikan teknologi IoT ke dalam kurikulum masa depan,” Journal of Education Research, vol. 4, no. 2, 2023, doi: 10.37985/jer.v4i2.244.
[2] S. Bella, “Implementasi smart akuarium berbasis Internet of Things (IoT) pada Salma Akuarium Ikan Hias,” JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama), vol. 7, no. 2, 2023, doi: 10.59697/jtik.v7i2.127.
[3] V. Bhatt, T. Motiwale, and G. V. Mitra, “Evaluation of the efficacy of three-dimensional mini plates versus conventional mini plates used in the management of anterior mandibular fractures,” IP Indian Journal of Orthodontics and Dentofacial Research, vol. 8, no. 3, 2022, doi: 10.18231/j.ijodr.2022.034.
[4] D. Kho, “Pengertian baterai dan jenis-jenisnya,” Teknikelektronika.com, 2014.
[5] S. Asso and G. B, “IoT based smart energy management system using PZEM-004T sensor & NodeMCU,” International Journal of Engineering Research & Technology (IJERT), vol. 9, no. 7, 2021.
[6] J. Kretzschmar, J. Anderson, and S. F. Barrett, “Lab 5: Interfacing a 16×2 LCD to the MSP430G2553,” in Synthesis Lectures on Digital Circuits and Systems, 2023, doi: 10.1007/978-3-031-26643-0_5.
[7] “Arduino IDE,” Repository.Uaeh.Edu.Mx, vol. 11, no. 21, 2023.
[8] “Relay module,” International Journal of Control, Automation, Communication and Systems, vol. 1, no. 2, 2020.
[9] M. Riadi, “Prasangka (prejudice): Pengertian, aspek, indikator dan jenis,” KajianPustaka.com, 2021.
[10] A. Suryaningrat, D. Kurnianto, and R. A. Rochmanto, “Sistem monitoring kelembaban tanaman cabai rawit menggunakan irigasi tetes gravitasi berbasis Internet of Things (IoT),” ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika, vol. 10, no. 3, 2022, doi: 10.26760/elkomika.v10i3.568.


