Menanam Empati, Merayakan Keberagaman: Transformasi Literasi Multikultural Guru melalui Resonansi Kisah My Garden Over Gaza dan Cap Go Meh
DOI:
https://doi.org/10.32493/acb.v6i1.58451Keywords:
literasi multikultural, keberagaman dan kesetaraan, interactive storytelling, guru, sekolah dasar Islam terpaduAbstract
Guru sekolah dasar memegang peran krusial dalam mengonstruksi literasi toleransi dan multikulturalisme, khususnya pada institusi pendidikan berbasis agama seperti Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang cenderung memiliki ekosistem sosial homogen. Homogenitas ini membatasi eksposur siswa terhadap keberagaman, sehingga diperlukan pendekatan pedagogis inovatif untuk membuka ruang pengalaman multikultural. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di sebuah SDIT di wilayah Depok dengan fokus pada dua aspek utama: 1) internalisasi konsep literasi multikultural melalui kerangka kerja “mirror, windows, and sliding glass doors”, dan 2) pelatihan interactive storytelling berbasis aplikasi Twine dan Inklewriter untuk memperkaya metode penyampaian materi keberagaman. Dua karya sastra, yaitu My Garden over Gaza dan Cap Go Meh, digunakan sebagai instrumen utama. My Garden over Gaza menyajikan narasi keadilan, resiliensi, dan harapan melalui simbolisme merawat alam, sementara buku Cap Go Meh mengusung tema kesetaraan dan harmoni antara kelompok minoritas dan mayoritas melalui representasi kuliner lokal. Melalui metode lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD), guru dilatih untuk mengolah teks secara kritis dan memproduksi materi ajar interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman literasi multikultural serta keterampilan teknis guru dalam menyusun materi ajar berbasis interactive storytelling.
References
Abbott, H. P. (2008). The Cambridge introduction to narrative (2nd ed.). Cambridge University Press.
Banks, J. A., & Banks, C. A. M. (2019). Multicultural education: Issues and perspectives (10th ed.). Wiley.
Botelho, M. J., & Rudman, M. K. (2009). Critical multicultural analysis of children’s literature: Mirrors, windows, and doors. Routledge.
Bruner, J. (1991). The narrative construction of reality. Critical Inquiry, 18(1), 1–21. https://doi.org/10.1086/448619
Dewayani, S., & Gina, E. (2014). Cap Go Meh. Litara.
Ghosh, R., & Galczynski, M. (2014). Redefining multicultural education: Inclusion and the right to be different. Canadian Scholars’ Press.
Gowar, M. (2020). Homo narrans: A storytelling species. Anglia Ruskin University. https://www.aru.ac.uk/arts-humanities-education-and-social-sciences/national-storytelling-week/homo-narrans-a-storytelling-species
Inkle Studios. (n.d.). Inklewriter [Software]. https://www.inklewriter.com/
Mishra, P., Koehler, M. J., & Henriksen, D. (2020). The 7 transdisciplinary habits of mind: Extending the TPACK framework towards 21st century learning. TechTrends, 64(2), 265–274. https://doi.org/10.1007/s11528-020-00473-7
Morris, S. M., & Stommel, J. (2018). An urgency of teachers: The work of critical digital pedagogy. Hybrid Pedagogy Inc.
Musa, S. (2022). My Garden over Gaza. Ruqaya’s Bookshelf.
Robin, B. R. (2008). Digital storytelling: A powerful technology tool for the 21st century classroom. Theory Into Practice, 47(3), 220–228. https://doi.org/10.1080/00405840802153916
Robin, B. R. (2016). The power of digital storytelling to support teaching and learning. Digital Education Review, (30), 17–29. https://doi.org/10.1344/der.2016.30.17-29
Twinery.org. (n.d.). Twine (Version 2.0) [Software]. https://twinery.org/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lisda Liyanti, Rouli Esther, Dhita Hapsarani, Azkiya Nisa, Ratna Djumala, Fitria Sis Nariswari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
