Satu Bumi, Beragam Aksi: Manifestasi Literasi Lingkungan Inklusif dalam Memutus Rantai Maladaptasi Ekologis Komunitas

Authors

  • Nor Islafatun Yayasan Kali Ilmu Indonesia
  • Khusna Furoida Yayasan Kali Ilmu Indonesia
  • Moh Heri Kurniawan Yayasan Kali Ilmu Indonesia
  • Muslikhah Yayasan Kali Ilmu Indonesia
  • Aula Larasati Yayasan Kali Ilmu Indonesia
  • Mega Nada Mufidah Yayasan Kali Ilmu Indonesia
  • Yusrul Hana Yayasan Kali Ilmu Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32493/acb.v6i1.59036

Keywords:

kesadaran ekologis, literasi lingkungan, pendidikan berbasis komunitas, pemberdayaan relawan

Abstract

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan kreativitas, berpikir kritis, empati, inspirasi, dan keberanian anak melalui literasi lingkungan sebagai pendekatan edukatif yang interaktif. Menggunakan metode kolaboratif dan partisipatoris, program “Juli K(re)asih 2025: Satu Bumi Beragam Aksi” menghadirkan rangkaian lokakarya tematik yang melibatkan anak, remaja, dan ibu rumah tangga di Desa Kalipucang Kulon, Jepara. Sebagai pembuka, diadakan prafestival “Melukis Tong Emas KaMu”, yaitu kegiatan melukis tong sampah yang akan didistribusikan kepada warga penerima program EMAS (Emak-Emak Sadar Sampah) sebagai upaya memperkuat manajemen sampah rumah tangga. Tujuh aktivitas utama dirancang untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, yaitu penampilan seni tari, sesi berbagi bersama petugas pengangkut sampah, permainan edukatif Petualangan Bajak Laut, lokakarya pemilahan sampah, PhotoVoice, pemberdayaan ibu rumah tangga melalui EMAS, serta distribusi Tong Emas KaMu sebagai tindak lanjut pengelolaan sampah. Pelaksanaan kegiatan diperkuat kolaborasi KUBIK, projek antara Yayasan Kali Ilmu dan She for the Sea, yang memfasilitasi pelatihan mentor perempuan dan 16 relawan muda untuk merancang mini-proyek lingkungan. Penerima manfaat kegiatan ini adalah 150 peserta yang terdiri dari 112 anak-anak, 35 remaja, dan 13 ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, kemampuan anak dalam mengidentifikasi jenis sampah, serta keberanian remaja menyuarakan perspektif lingkungannya melalui foto. Kegiatan ini juga meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah. Secara keseluruhan, Juli K(re)asih 2025 berhasil mencapai tujuannya dalam memperkuat karakter peduli lingkungan. Selain itu, keterlibatan lintas generasi dalam kegiatan memperkuat kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab seluruh masyarakat.

References

Arbarini, M., Jutmini, S., Joyoatmojo, S., & Sutarno, S. (2018). Effect of participatory learning model on functional literacy education. Journal of Nonformal Education, 4(1), 13–24. https://doi.org/10.15294/jne.v4i1.13570

McBride, B. B., Brewer, C. A., Berkowitz, A. R., & Borrie, W. T. (2013). Environmental literacy, ecological literacy, ecoliteracy: What do we mean and how did we get here? Ecosphere, 4(5), Article 75. https://doi.org/10.1890/ES13-00075.1

Perdinan, Downs, S., Mustofa, I., Muharrami, R., & Janna, S. C. (2023). Analisis lanskap iklim untuk anak-anak di Indonesia: Kajian keterkaitan iklim, lingkungan, energi, dan anak di Indonesia. UNICEF. Diakses pada 1 Februari 2026, dalam https://www.unicef.org/indonesia/media/22051/file/Analisis%20Lanskap%20Iklim%20untuk%20Anak-anak%20di%20Indonesia.pdf

Samputri, A. V., Lestari, A., & Adi, N. P. (2023). Dampak timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo Kabupaten Wonosobo terhadap lingkungan tanah. Banua: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(1), 24–30. https://doi.org/10.33860/bjkl.v3i.2582

Shafira, N. S., Mulyadi, & Rasjid, A. (2025). Hubungan faktor risiko dengan kejadian penyakit ISPA di Desa Nowa Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Care Journal, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.35584/carejournal.v5i1.221

Suryanda, A., Miarsyah, M., & Septiani, D. (2020). Pembentukan Perilaku Tanggung Jawab Lingkungan melalui Keikutsertaan Siswa SMA dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Kelompok Pecinta Alam. Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi, 12(2), 94-103. https://doi: 10.25134/quagga.v12i2.2764

UNICEF. (2021). Children in Indonesia at ‘high risk’ of the impacts of the climate crisis – UNICEF. Diakses pada 30 Januari 2026, dalam https://www.unicef.org/indonesia/press-releases/children-indonesia-high-risk-impacts-climate-crisis-unicef

Downloads

Published

2026-02-15

How to Cite

Nor Islafatun, Khusna Furoida, Moh Heri Kurniawan, Muslikhah, Aula Larasati, Mega Nada Mufidah, & Yusrul Hana. (2026). Satu Bumi, Beragam Aksi: Manifestasi Literasi Lingkungan Inklusif dalam Memutus Rantai Maladaptasi Ekologis Komunitas. ACITYA BHAKTI, 6(1), 53–63. https://doi.org/10.32493/acb.v6i1.59036