Lubang Resapan Biopori Sebagai Upaya Mengurangi Banjir dan Pemanfaatan Sampah Organik Di Desa Kalibaru, Cirebon

Authors

  • Corazon Sofronia Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Syaiful Bachri Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.32493/abdilaksana.v6i3.53424

Keywords:

Biopori, Banjir, Sampah Organik

Abstract

sehari-hari. Biopori menjadi cara sederhana untuk melakukan pengelolaan air dan sampah organik. Pelaksanaan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pentingnya menjaga lingkungan dengan meningkatkan daya resapan tanah dan pengelolaan sampah organik. Oleh karena itu, kegiatan ini memberikan pendampingan seperti pembuatan lubang resapan biopori, cara kerja, perawatan dan pengelolaan sampah organik menjadi kompos. Sasaran pendampingan ini adalah warga dan karang taruna Desa Kalibaru. Metode ABCD (Asset Based Community Development) digunakan dalam proses pelaksanaan pengabdian yang terdiri dari lima tahap, yaitu menemukan aset dan potensi, membuat impian, menyusun strategi, dan mewujudkan strategi. Pembahasan dalam kegiatan pengabdian ini berupa: 1) Memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait pentingnya menjaga lingkungan sekitar, 2) Memperkenalkan biopori mulai dari pembuatan, alat dan bahan, cara kerja hingga manfaatnya, 3) Pendampingan membuat lubang resapan biopori, 4) Pendampingan pengelolaan sampah organik. Kesimpulan dari kegiatan ini menghasilkan dua hal: 1) Peningkatan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar, 2) Kepemilikan lubang resapan biopori untuk pengelolaan air dan sampah organik.

References

Alit Widyastuty, A. A. S., Adnan, A. H., & Atrabina, N. A. (2019). Pengolahan Sampah Melalui Komposter dan Biopori Di Desa Sedapurklagen Benjeng Gresik. Jurnal Abadimas Adi Buana, 3(1), 21–32. https://doi.org/10.36456/abadimas.v2.i2.a1757

Arifin, Z., Tjahjana, D. D. D. P., Rachmanto, R. A., Suyitno, Prasetyo, S. D., & Hadi, S. (2019). Penerapan Teknologi Biopori Untuk Meningkatkan Ketersediaan Air Tanah Serta Mengurangi Sampah Organik di Desa Puron Sukoharjo. Jurnal SEMAR, 9(2), 53–63.

Azmin, N., Irfan, I., Nasir, M., Hartati, H., & Nurbayan, S. (2022). Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Dari Sampah Organik Di Desa Woko Kabupaten Dompu. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 137–142. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v1i3.266

Elsie, E., Harahap, I., Herlina, N., Badrun, Y., & Gesriantuti, N. (2017). Pembuatan Lubang Resapan Biopori Sebagai Alternatif Penanggulangan Banjir Di Kelurahan Maharatu Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru. Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI, 1(2), 93–97. https://doi.org/10.37859/jpumri.v1i2.242

Pranata, L., Kurniawan, I., Indaryati, S., Rini, M. T., Suryani, K., & Yuniarti, E. (2021). Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Dengan Metode Eco Enzym. Indonesian Journal Of Community Service, 1(1), 171–179.

Safitri, R., Purisari, R., & Mashudi, M. (2019). Pembuatan Biopori dan Sumur Resapan untuk Mengatasi Kekurangan Air Tanah di Perumahan Villa Mutiara, Tangerang Selatan. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 5(1), 39–47.

Setiawan, H., Jalil, M., Enggi, M., Purwadi, F., Adios, C., Brata, A. W., & Syaful Jufda, A. (2020). Analisis Penyebab Banjir di Kota Samarinda. Jurnal Geografi Gea, 20(1), 39–43. https://ejournal.upi.edu/index.php/gea

Sunarya, D., & Sutoyo, E. (2023). Strategi Penanganan Banjir di Kampung Babakan Bandung Desa Leuwisadeng Kecamatan Leuwisadeng. SINKRON: Jurnal Pengabdian Masyarakat UIKA Jaya, 1(1), 40–45. https://doi.org/10.32832/jpmuj.v1i1.1672

Wahyuningsih, S., Widiati, B., Melinda, T., & Abdullah, T. (2023). Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik dan Non-Organik Serta Pengadaan Tempat Sampah Organik dan Non-Organik. DEDIKASI SAINTEK: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 7–15.

Wibowo, T., Istiana, A., & Zakiyah, E. (2022). Pembuatan Biopori Untuk Resapan Air Hujan dan Pemanfaatan Sampah Organik. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 387–392. https://doi.org/10.31949/jb.v3i3.1798

Additional Files

Published

2025-09-30