Analisa Kerusakan Roller pada Staple Fiber Yarn (Drafting Arrangement)

Authors

  • Jaja Miharja Program Studi Teknik Mesin, Universitas Pamulang, Jl. Surya Kencana No. 1, Tangerang Selatan
  • Hery Adrial Program Studi Teknik Mesin, Universitas Pamulang, Jl. Surya Kencana No. 1, Tangerang Selatan
  • Heru Santoso Program Studi Teknik Mesin, Universitas Pamulang, Jl. Surya Kencana No. 1, Tangerang Selatan

Keywords:

Roll Crimper, Metalurgrafi, Fraktografi, Koposisi Kimia, Kekerasan

Abstract

Crimper A – Roll adalah komponen yang terdapat pada Staple Fibre Yarn (Drafting Arrangement), mesin yang berfungsi sebagai media penarik, membentuk lembaran benang, menentukan kandungan berat dari lebar kain selama proses pembuatan, sebagai sarana mengurangi berat lebar kain, menghilangkan debu yang menempel, pada selembar kain, yang bekerja terus menerus 24 jam. Kerusakan yang terjadi Benang Staple Fibre saat ini sangat banyak digunakan dalam proses produksi kain di tekstil industri. Penggunaannya Staple Fibre Yarn pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1830, yaitu berkembang pesat hingga saat ini, Benang Staple Fibre sangat berguna dalam proses produksi kain.Kerusakan yang terjadi roller disebabkan oleh perambatan retak lelah,jika dibiarkan akan menggangu proses penarikan lembaran benang tersebut.  Analisa pengkajian  penyebab utama terjadinya kerusakan melalui beberapa pengujian Serangkaian pengujian yang dilakukan di laboratorium antara lain: uji fraktografi dan makrografi, uji kekerasan, uji metalografi, komposisi kimia, uji tarik, pada Crimper Roll FL62  Penyebab utama kerusakan digunakan untuk pengembangan kwalitas  roll  serta optimasi usaha memperpanjang umur operasional (life time) meliputi perbaikan desain, material, manufaktur, pelumasan, cara pemasangan serta penerapan system manajemen pemeliharan yang tepat.

References

[1] L. O. B. Napitupulu, A. Widyasanti, A. Thoriq, and A. Yusuf, “The Study of Process and Characteristics of Woven Fabric from Plant Fibers of Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata P.),” J. Ilm. Rekayasa Pertan. dan Biosist., vol. 7, no. 2, pp. 207–220, Sep. 2019, doi: 10.29303/jrpb.v7i2.137.

[2] Soeprijanto, E. O. Ningrum, N. F. Puspita, A. Hamzah, and D. Rahmawati, “Penerapan Mesin Opening dalam Pembuatan Benang dari Serat Daun Nanas di Desa Satak Kabupaten Kediri,” Sewagati, vol. 7, no. 4, pp. 593–601, Jun. 2023, doi: 10.12962/j26139960.v7i4.554.

[3] J. Miharja, “Analisa Kerusakan Plate Wire pada Proses Coiling,” J. Tek. Mesin Cakram, vol. 3, no. 1, pp. 38–46, May 2020, doi: 10.32493/jtc.v3i1.5064.

[4] W. T. Becker and R. J. Shipley, Eds., “Failure Analysis and Prevention.” ASM International, Jan. 01, 2002. doi: 10.31399/asm.hb.v11.9781627081801.

[5] G. S. Schajer, Practical Residual Stress Measurement Methods. Hoboken, NJ: Wiley, 2013. doi: 10.1002/9781118402832.

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Miharja, J., Adrial, H., & Santoso, H. (2024). Analisa Kerusakan Roller pada Staple Fiber Yarn (Drafting Arrangement). Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (JIPTEK), 6(1), 8–12. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JIPT/article/view/48519