Pendeteksian Kesehatan Mental Mahasiswa Berdasarkan Aktivitas Digital Menggunakan Algoritma Machine Learning

Authors

  • Rosidin Fahmi Abdillah Universitas Pamulang
  • Perani Rosyani Universitas Pamulang

DOI:

https://doi.org/10.32493/joaiia.v7i3.62496

Keywords:

Support Vector Machine, DASS-21, Activities Digital, Machine Learning, Mental Health, Aktivitas Digital, Kesehatan Mental

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan meningkatnya intensitas penggunaan perangkat digital pada mahasiswa yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan algoritma Support Vector Machine (SVM) untuk mengklasifikasikan tingkat depresi, kecemasan, dan stres berdasarkan integrasi data aktivitas digital dan skor DASS-21, serta merancang sistem skrining kesehatan mental berbasis website. Penelitian menggunakan data dari 151 responden yang diperoleh melalui kuesioner aktivitas digital dan DASS-21. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, pembentukan label DASS-21, pelatihan model menggunakan Stratified 5-Fold Cross Validation, optimasi parameter dengan GridSearchCV, serta implementasi sistem menggunakan framework Flask. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model terbaik menggunakan Kernel Radial Basis Function (RBF) pada klasifikasi depresi dengan akurasi 78,77%, Kernel Linear pada klasifikasi kecemasan dengan akurasi 80,13%, dan Kernel RBF pada klasifikasi stres dengan akurasi 84,82%. Pengujian Black Box dan White Box menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai rancangan. Pengujian User Response memperoleh nilai rata-rata 4,41 atau 88,2% dengan kategori sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mendukung proses skrining kesehatan mental mahasiswa secara mandiri berbasis web.

References

[1] World Health Organization, World Mental Health Report: Transforming Mental Health for All, 2022.

[2] World Health Organization, Mental Health, 2023.

[3] B. Keles, N. McCrae, and A. Grealish, "A systematic review: The influence of social media on depression, anxiety and psychological distress in adolescents," International Journal of Adolescence and Youth, vol. 26, no. 1, pp. 79-93, 2021.

[4] H. Scott, S. M. Biello, and H. C. Woods, "Social media use for night-time digital activity and its impact on undergraduate sleep and mental health," Frontiers in Public Health, vol. 9, 2021.

[5] J. Torous et al., "Digital phenotyping in mental health," World Psychiatry, vol. 20, no. 3, pp. 318-335, 2021.

[6] R. Wang, W. Wang, A. daSilva, and A. T. Campbell, "Tracking depression dynamics in college students using mobile phone sensing and SVM architectures," Proceedings of the ACM on Interactive, Mobile, Wearable and Ubiquitous Technologies, vol. 7, no. 2, 2023.

[7] E. Alpaydin, Machine Learning, Revised and Updated ed., MIT Press, 2021.

[8] A. Géron, Hands-On Machine Learning with Scikit-Learn, Keras & TensorFlow, 3rd ed., O'Reilly Media, 2022.

[9] A. Hasan, M. A. Nafis, and M. Al-Amin, "Digital behavior and student mental health classification using support vector machine," Journal of Computer Science and Information Technology, vol. 13, no. 1, pp. 45-56, 2025.

[10] C. Laranjeira, A. Querido, and M. Marques, "University students' digital footprint and its correlation with psychological well-being: A predictive analytics approach," International Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 20, no. 4, 2023.

[11] D. Wardhani and N. Nafi'iyah, "Penerapan normalisasi data pada algoritma SVM untuk klasifikasi kesehatan mental," Jurnal Tekno Kompak, vol. 19, no. 1, pp. 34-45, 2025.

[12] G. James, D. Witten, T. Hastie, and R. Tibshirani, An Introduction to Statistical Learning, 2nd ed., Springer, 2021.

[13] Flask Documentation Team, Flask Documentation, 2024.

[14] J. P. Onnela and S. L. Rauch, "Harnessing smartphone-based digital phenotyping to enhance behavioral and mental health," Neuropsychopharmacology, vol. 46, no. 1, pp. 67-68, 2021.

[15] S. Kumar, A. Sharma, and V. Singh, "Support vector machines for predicting anxiety levels in university students using smartphone application usage metrics," Computers in Human Behavior, vol. 142, 2023.

[16] A. Pratama and D. Sari, "Klasifikasi tingkat stres mahasiswa menggunakan algoritma support vector machine berbasis aktivitas media sosial," Jurnal Sistem Informasi dan Sains Data, vol. 6, no. 2, pp. 112-123, 2024.

[17] R. Setiawan, A. Budiman, and W. Utami, "Analisis performa kernel linear, RBF, dan polinomial pada SVM untuk deteksi dini kecemasan mahasiswa," Jurnal Informatika dan Rekayasa Komputer, vol. 9, no. 2, pp. 201-213, 2025.

[18] M. M. Antony, P. J. Bieling, B. J. Cox, M. W. Enns, and R. P. Swinson, "Psychometric properties of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS)," Psychological Assessment, vol. 10, no. 2, pp. 174-181, 2021.

[19] P. F. Lovibond and S. H. Lovibond, Manual for the Depression Anxiety Stress Scales, 2nd ed., Psychology Foundation of Australia, 1995.

[20] J. J. Garrett, The Elements of User Experience: User-Centered Design for the Web and Beyond, 2nd ed., New Riders, 2022.

Downloads

Published

2026-08-23

How to Cite

Rosidin Fahmi Abdillah, & Perani Rosyani. (2026). Pendeteksian Kesehatan Mental Mahasiswa Berdasarkan Aktivitas Digital Menggunakan Algoritma Machine Learning. Journal of Artificial Intelligence and Innovative Applications (JOAIIA), 7(3), 807–816. https://doi.org/10.32493/joaiia.v7i3.62496

Issue

Section

Articles