Pemanfaatam Platform Digital Oleh Komunitas Gamelan @SALGamelan Untuk Melestarikan Seni Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.32493/mdkm.v2i2.49914Keywords:
Konvergensi, Media Sosial, Komunitas, GamelanAbstract
AbstrakKonvergensi media yang dimanfaatkan oleh komunitas @SALGamelan mengikutsertakan generasi Y dan Z dalam mendistribusikan musik gamelannya, tetapi komunitas ini belum maksimal dalam memanfaatkan platform digital yang digunakannya seperti instagram, tik tok, dan youtube. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pemanfaatan media komunikasi digital Samurti andaru laras dalam melestarikan seni tradisional. Metode penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme karena pelestarian budaya dilakukan dengan upaya-upaya memanfaatkan media sosial yang sesuai dengan konsep, serta dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data penelitian melalui wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Selanjutnya, keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa upaya-upaya pemanfaatan platform media digital menjadi ide dalam melestarikan seni tradisional khususnya musik gamelan. Komunitas ini memiliki tujuan dapat melestarikan komunitas tersebut agar dapat dinikmati oleh semua kalangan sebagai penikmat musik dan memperkenalkan ke generasi penerus dengan cara membuat konten di media sosial komunitas SAL. Selain membuat konten, pelestarian musik gamelan dilakukan melalui mini show yang ada di Museum Nasional, Jakarta. Kemudian, workshop pengenalan gamelan yang rutin dilakukan setiap sebulan sekali di Graha Puspatarini, Jakarta Selatan. Saat kegiatan berlangsung konten yang dibuat melalui dokumentasi foto dan video, lalu konten tersebut dimuat di media sosial seperi Instagram, tik tok, dan youtube. Kesadaran Individu dan komunitas dalam pelestarian budaya harus ditingkatan dengan cara membuat konten dan mengikuti event komunitas musik tradisional. Penelitian selanjutnya, dapat memperkaya penelitian dari kekurangan dalam hal komunitas musik tradisional yang tidak memperhatikan pemanfaatan media digital dan melakukan analisis secara mendalam dari segi pemanfaatan media digital yang nonprofit.
Kata kunci: Konvergensi; Media Sosial; Komunitas; Gamelan; Konten.
References
Arditi, D. (2018). Digital Subscriptions: The Unending Consumption of Music in the Digital Era. Popular Music and Society, 41(3),302–318. https://doi.org/10.1080/03007766.2016.1264101
Baker, S., & Collins, J. (2017). Popular music heritage, community archives and the challenge of sustainability. International Journal of Cultural Studies, 20(5), 476–491.https://doi.org/10.1177/1367877916637150
Dewatara, G. W., & Agustin, S. M. (2019). Pemasaran Musik Pada Era Digital Digitalisasi Industri Musik Dalam Industri 4.0 Di Indonesia. WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 18(1). https://doi.org/10.32509/wacana.v18i1.729
Netti, S. Y. M., & Irwansyah, I. (2018). Spotify: Aplikasi Music Streaming untuk Generasi Milenial. Jurnal Komunikasi, 10(1), 1. https://doi.org/10.24912/jk.v10i1.1102
Neuman, W. L. (2015). Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif edisi 7. PT Indeks.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif). Alfabeta.
Werner, A., & Johansson, S. (2016). Experts, dads and technology Gendered talk about online music. International Journal of Cultural Studies, 19(2), 177–192. https://doi.org/10.1177/1367877914555463
Zorn, R. L. (2017). Coming in 2017: A New Generation of Graduate - ProQuest. College and University; Washington, Vol. 92,I,2017.https://www.proquest.com/docview/1901673866
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yulinda Nur Fitriana, Maria Consulata Wening Wijayaningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Jurnal Media Komunikasi have CC-BY-SA or an equivalent license as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly work.
In developing strategy and setting priorities, Jurnal Ilmiah Teknik Kimia recognize that free access is better than priced access, libre access is better than free access, and libre under CC-BY-SA or the equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We should achieve what we can when we can. We should not delay achieving free in order to achieve libre, and we should not stop with free when we can achieve libre.
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
YOU ARE FREE TO:
- Share — copy and redistribute the material in any medium or format
- Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
- The licensor cannot revoke these freedoms as long as you follow the license terms.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/










