Monitoring dan Otomatisasi Sistem Aquaponik Budidaya Lele dan Kangkung Berbasis IoT Menggunakan ESP32 dan Aplikasi Blynk
Keywords:
Aquaponik, IoT, ESP32, Blynk, monitoring, daur ulangAbstract
Sistem aquaponik merupakan solusi inovatif dalam budidaya terpadu antara ikan dan tanaman tanpa tanah yang menawarkan efisiensi tinggi terhadap penggunaan air dan lahan. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoring dan otomatisasi aquaponik berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan ESP32 dan aplikasi Blynk untuk mengelola budidaya ikan lele dan tanaman kangkung secara real-time. Sistem dirancang untuk memantau ketinggian air menggunakan sensor ultrasonik, serta mendeteksi kejernihan air menggunakan sensor kekeruhan, yang terhubung dengan pompa dan indikator seperti buzzer dan LCD I2C untuk memberikan peringatan otomatis. Metode yang digunakan adalah metode prototipe, dengan tahap perancangan, perakitan, dan pengujian sistem dalam skala kecil. Sistem ini juga memanfaatkan bahan daur ulang seperti galon dan botol plastik sebagai upaya pengurangan limbah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kondisi air secara akurat dan merespons secara otomatis melalui kendali pompa, serta memberikan informasi melalui aplikasi dan indikator lokal. Dengan teknologi ini, proses budidaya menjadi lebih efisien, terkontrol, dan ramah lingkungan.
References
[1] T. A. C. Gordon et al., “Fishes in a changing world: learning from the past to promote sustainability of fish populations,” J. Fish Biol., vol. 92, no. 3, pp. 804–827, 2018, doi: 10.1111/jfb.13546.
[2] S. M. Garcia and A. A. Rosenberg, “Food security and marine capture fisheries: Characteristics, trends, drivers and future perspectives,” Philos. Trans. R. Soc. B Biol. Sci., vol. 365, no. 1554, pp. 2869–2880, 2010, doi: 10.1098/rstb.2010.0171.
[3] B. Soriano, A. Garrido, and P. Novo, “Coping with increasing water and land resources limitation for meeting world ’ s food needs : the role of virtual water and virtual land trade,” vol. 15, p. 14185, 2013.
[4] Dinas Lingkungan Hidup, “Efisiensi Penggunaan Air,” Jakarta.go.id. [Online]. Available: https://www.jakarta.go.id/index.php/page/efisiensi-penggunaan-air
[5] R. Balu, N. K. Dutta, and N. Roy Choudhury, “Plastic Waste Upcycling: A Sustainable Solution for Waste Management, Product Development, and Circular Economy,” Polymers (Basel)., vol. 14, no. 22, 2022, doi: 10.3390/polym14224788.
[6] R. Senthil Kumar, N. Ananthi, K. Kumaran, K. Raja, U. Khansa Khanam, and N. Raj, “Automated aquaponic system for indoor gardening,” Eur. J. Mol. Clin. Med., vol. 7, no. 4, pp. 2712–2717, 2020, [Online]. Available: https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0-85097091186&partnerID=40&md5=5c0d88a9943e9bdfcb30092bf03d4ac5
[7] R. Calone and F. Orsini, “Aquaponics : a Promising Tool for Environmentally Friendly Farming”.
[8] S. Dosaka, “Prototype for Product Validation Process of IoT System,” Int. J. Internet Things, vol. 7, no. 2, pp. 23–29, 2018, doi: 10.5923/j.ijit.20180702.01.
[9] P. Studi et al., “Pemanfaatan Teknologi Internet of Things Tingkat Dua pada Robot Peracik Bumbu Rumahan Berbasis Android Pemanfaatan Teknologi Internet of Things Tingkat Dua pada Robot Peracik Bumbu Rumahan Berbasis Android,” 2024.
[10] B. Sudrajat, “Rancang bangun Sistem Informasi Manajemen Asset berbasis WEB,” J. Inov. Inform., vol. 5, no. 2, pp. 100–109, 2020, doi: 10.51170/jii.v5i2.92.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
