Ketimpangan Infrastruktur Air dan Kerentanan Kekeringan Desa di Provinsi Gorontalo

Authors

  • Sitti Mutiah Rahman Universitas Negeri Gorontalo
  • Iswan Dunggio Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32493/sm.v7i3.54884

Keywords:

Ketahanan Air, Kekeringan, Infrastruktur Air, Ketimpangan Spasial, Gorontalo

Abstract

Provinsi Gorontalo merupakan salah satu lumbung pangan di kawasan Indonesia timur, namun dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan risiko kekeringan. Penelitian ini bertujuan mengkaji paradoks kekeringan berulang di wilayah yang secara biofisik kaya sumber daya air permukaan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif terhadap ketimpangan infrastruktur air dan kerentanan desa. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder 732 desa/kelurahan. Statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, dan rasio digunakan untuk memetakan sebaran infrastruktur air dan desa terdampak kekeringan. Selanjutnya disusun dua indeks komposit, yaitu Indeks Kerentanan Air (IKA) dan Indeks Kesenjangan Infrastruktur (IKI), untuk merangkum kondisi defisit struktural dan ketimpangan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 195 desa (26,64%) mengalami kekeringan pada periode 2023 hingga awal 2024, sementara 79,78% desa memiliki sungai dan 78,28% desa bergantung pada air permukaan. Namun demikian, hanya 34,02% desa yang dilayani jaringan irigasi dan 9,15% yang memiliki embung, sehingga tampak ketimpangan spasial infrastruktur air buatan. Rata-rata nilai IKI sebesar 61,09% menggambarkan kesenjangan infrastruktur yang tinggi, sedangkan nilai IKA sebesar –88,84 menunjukkan defisit struktural yang serius dalam pemenuhan kebutuhan air desa terdampak kekeringan. Temuan ini menegaskan adanya “perangkap kekeringan di tengah kelimpahan air” di Provinsi Gorontalo potensi air permukaan yang melimpah belum terkonversi menjadi ketahanan air tanpa pengembangan infrastruktur irigasi dan tampungan yang lebih merata. Penelitian ini merekomendasikan investasi infrastruktur air yang terarah secara spasial, khususnya irigasi dan embung skala kecil pada klaster desa dengan IKA yang sangat negatif dan IKI yang tinggi, serta pemanfaatan IKA dan IKI sebagai indikator operasional dalam perencanaan ketahanan air di tingkat desa.

References

Aguilar, F. X., Hendrawan, D., Cai, Z., & Roshetko, J. M. (2022). Smallholder farmer resilience to water scarcity. Environment, Development and Sustainability, 24(10), 12793–12811.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Data dan informasi kejadian bencana Indonesia tahun 2023. BNPB.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik lingkungan hidup Indonesia 2024 (Vol. 43). Badan Pusat Statistik.

Barney, J. B. (2001). Resource-based theories of competitive advantage: A ten-year retrospective on the resource-based view. Journal of Management, 27(6), 643–650.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewananda, W., & Leniwati, D. (2023). Analysis of SDGs research: The relationship between climate change, poverty, inequality, and food security in Indonesia. Jurnal Ilmiah UMM Repository, 8(2), 45–60.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Gorontalo. (2023). Laporan infrastruktur air tahun 2023. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Gorontalo.

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). Sage Publications.

Keil, A., Zeller, M., Wida, A., Sanim, B., & Birner, R. (2008). What determines farmers’ resilience towards ENSO-related drought? An empirical assessment in Central Sulawesi, Indonesia. Climatic Change, 86(1–2), 291–307.

Kurniawan, T. A., Goh, K. C., Goh, H. H., & Zhang, D. (2024). Strengthening climate resilience: Urban water technologies for heat-resilient physical infrastructure in Southeast Asia cities amidst extreme temperature events. ACS ES&T Water, 4(3), 789–802.

Marks, D. (2019). Water access and resilience to climate-induced droughts in the Thai secondary city of Khon Kaen: Unequal and unjust vulnerability. In Climate change and urban resilience (pp. 55–75). Springer.

McMartin, D. W., Merino, B. H., & Bonsal, B. (2018). Limitations of water resources infrastructure for reducing community vulnerabilities to extremes and uncertainty of flood and drought. Environmental Management, 61(6), 951–967.

Mulyono, D., & Suryanto, R. (2020). Climate variability and agricultural vulnerability in Indonesia: Challenges for sustainable irrigation management. Journal of Environmental Policy and Management, 23(4), 405–420.

Pahl-Wostl, C. (2009). A conceptual framework for analysing adaptive capacity and multi-level learning processes in resource governance regimes. Global Environmental Change, 19(3), 354–365.

Pallant, J. (2020). SPSS survival manual: A step by step guide to data analysis using IBM SPSS (7th ed.). Routledge.

Suar, H. P. N., Sari, I. R., & Ramadhan, M. F. (2025). Addressing water inequality in rural Indonesia: A community-based approach with clean water intervention mechanism. In Atlantis Highlights in Social Sciences, Education and Humanities Research (Vol. 5, pp. 112–125).

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suharyanto, S., & Nugroho, B. D. (2019). Ketahanan pangan nasional: Peran infrastruktur irigasi dalam mendukung swasembada pangan. Jurnal Teknologi Pertanian, 15(2), 89–102.

Van Noordwijk, M., Kim, Y. S., Leimona, B., & Hairiah, K. (2016). Metrics of water security, adaptive capacity, and agroforestry in Indonesia. Environmental Science & Policy, 61, 61–69.

World Bank Group. (2020). Indonesia water security outlook: A national assessment of water resources and their management. World Bank.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Rahman, S. M., & Dunggio, I. (2025). Ketimpangan Infrastruktur Air dan Kerentanan Kekeringan Desa di Provinsi Gorontalo. STATMAT: Jurnal Statistika Dan Matematika, 7(3), 397 – 404. https://doi.org/10.32493/sm.v7i3.54884

Issue

Section

Articles