Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Budaya Organisasi Sebagai Moderasi

Authors

  • Fathkur Rahkman Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Stikubank
  • Tristiana Rijanti Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Stikubank

DOI:

https://doi.org/10.32493/drb.v9i4.63509

Keywords:

Beban Kerja, Motivasi Kerja, Budaya Organisasi, Kinerja Pegawai.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai ASN di RSUD Mijen Kota Semarang, serta menguji peran budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori ini melibatkan 50 responden melalui teknik sampling jenuh. Data dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = -0,502; p = 0,005). Secara parsial, motivasi kerja juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β = -0,890; p = 0,000), Koefisien negatif pada variabel motivasi tidak secara otomatis mengindikasikan terjadinya burnout maupun keterbatasan sarana, melainkan menunjukkan adanya mekanisme hubungan berlawanan arah yang secara teoritis memerlukan pembuktian serta bukti empiris tambahan. Selanjutnya, uji moderasi membuktikan bahwa budaya organisasi secara signifikan memoderasi hubungan beban kerja (β = 1,389; p = 0,000) dan motivasi kerja (β = 1,729; p = 0,000) terhadap kinerja pegawai. Interaksi positif tersebut menunjukkan adanya dinamika penguatan interaksi antarvariabel dalam model, tanpa mengklaim efek mitigasi langsung mengingat belum dilakukannya analisis simple slope atau evaluasi perubahan arah hubungan. Model ini memiliki koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 0,828. Kesimpulannya, penguatan budaya organisasi berorientasi tim dan koordinasi yang efektif menjadi elemen krusial dalam menyelaraskan dinamika beban kerja dan motivasi guna mengoptimalkan kinerja pelayanan kesehatan.

References

Handayani, S., & Lestari, P. (2021). Evaluasi beban kerja dan kinerja sumber daya manusia di fasilitas kesehatan umum. Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis (SNMB 2021), 142–150. Universitas Stikubank Semarang.

Handayani, S., Astuti, R. D., & Setiawan, A. (2022). Evaluasi beban kerja mental dan dampaknya terhadap burnout serta kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit daerah. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Indonesia, 10(2), 115–126. https://doi.org/10.22146/jmpki.v10i2.7821

Hidayat, R., Firmansyah, M., & Kusuma, W. (2023). Peran budaya organisasi sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara tekanan lingkungan kerja dan efektivitas pelayanan publik. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 19(1), 45–58. https://doi.org/10.31764/jiap.v19i1.1204

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, 15 Maret). Standar pelayanan minimal rumah sakit umum daerah dan tata kelola SDM kesehatan. Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/22031500001/standar-pelayanan-minimal-rsud.html

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman standar pelayanan instansi kesehatan masyarakat dan rumah sakit daerah. Kemenkes RI. https://www.kemkes.go.id/resources/download/pedoman-pelayanan-rs.pdf

Kurniadi, E., & Setiadi, A. (2022). Strategi penguatan budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di sektor kesehatan. Prosiding Forum Ilmiah Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3, 210–219.

Lestari, P., & Kusuma, A. (2023). Analisis pengaruh motivasi kerja intrinsik dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis, 8(3), 201–212. https://doi.org/10.33592/jrmb.v8i3.3102

Nitisusastro, M., & Setiawan, B. (2022). Dinamika stressor dan kinerja SDM di sektor pelayanan publik. Penerbit Alfabeta.

Pemerintah Kota Semarang. (2023). Profil kesehatan Kota Semarang tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Semarang. https://dinkes.semarangkota.go.id/profil-kesehatan-2023

Pratama, A. B., & Rahardjo, S. (2021). Pengaruh beban kerja dan work-life balance terhadap kinerja pegawai kesehatan pada era adaptasi kebiasaan baru. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Kesehatan, 15(4), 310–322. https://doi.org/10.20473/jmsmk.v15i4.2891

Putra, P., Pono, M., & Wahda, W. (2026). The effects of work stress and work motivation on employee performance in public sector organizations. International Journal of Professional Business Review, 11(1), e0421. https://doi.org/10.26668/businessreview/2026.v11i1.421

Ramadhan, M. F., & Kurniawan, I. (2023). Evaluasi efektivitas manajemen SDM pada rumah sakit daerah pasca-pandemi. Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Tata Kelola Kesehatan, 5(1), 88–97.

Santoso, E., & Putri, D. A. (2026). Moderating mechanisms of organizational culture on employee productivity in public healthcare institutions: An MRA approach. Journal of Health Organization and Management, 40(2), 189–205. https://doi.org/10.1108/JHOM-08-2025-0312

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryani, N. L., Utami, F., & Hartono, B. (2025). Paradoks motivasi dan keterbatasan fasilitas: Analisis dampak regresi berlawanan arah pada kinerja pegawai rumah sakit. Jurnal Sains Manajemen Sektor Publik, 12(1), 77–91. https://doi.org/10.21107/jsmsp.v12i1.5542

Suwanto, H., & Harsono, T. (2023). Manajemen sumber daya manusia di instansi pemerintah dan faskes daerah. IPB Press.

Wijaya, K., Nugroho, A., & Triana, E. (2024). Aplikasi Moderated Regression Analysis (MRA) dalam menguji interaksi budaya organisasi terhadap efisiensi kerja ASN. Jurnal Teori dan Riset Administrasi Negara, 22(2), 134–148. https://doi.org/10.26858/jtran.v22i2.4190

Downloads

Published

2026-08-20

How to Cite

Rahkman, F., & Rijanti, T. (2026). Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai dengan Budaya Organisasi Sebagai Moderasi. Jurnal Disrupsi Bisnis, 9(4), 815–823. https://doi.org/10.32493/drb.v9i4.63509

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.