ANALISIS PENGELUARAN BIAYA TENAGA KERJA USAHA MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA BERDASARKAN PROVINSI TAHUN 2024
Abstract
ABSTRAK
ANALISIS PENGELUARAN BIAYA TENAGA KERJA USAHA MIKRO DAN KECIL DI INDONESIA BERDASARKAN PROVINSI TAHUN 2024. Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam men-ciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian di tingkat regional. Keberagaman kondisi geografis dan sosial ekonomi antar wilayah menyebabkan adanya perbedaan dalam pengeluaran biaya tenaga kerja UMK di setiap provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola serta disparitas pengeluaran biaya tenaga kerja UMK antar provinsi di Indonesia pada tahun 2024. Pendekatan yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif berbasis Business Intelligence dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Visualisasi data dilakukan melalui berbagai bentuk grafik, antara lain diagram batang, diagram lingkaran, diagram batang berkelompok, heatmap, dan bubble chart. Hasil kajian menunjukkan bahwa provinsi-provinsi di Pulau Jawa terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur mencatat pengeluaran biaya tenaga kerja UMK tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. Sebaliknya, provinsi di luar Pulau Jawa cenderung memiliki tingkat pengeluaran yang lebih rendah. Secara umum, struktur biaya antara usaha mikro dan usaha kecil relatif seimbang, meskipun usaha mikro menunjukkan kontribusi yang lebih dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya perumusan kebijakan yang lebih terfokus guna meningkatkan efisiensi biaya tenaga kerja serta mendorong pemerataan pengembangan UMK antar wilayah.
Kata kunci: UMK, biaya tenaga kerja, Business Intelligence, BPS, analisis provinsi.
ABSTRACT
ANALYSIS OF LABOR EXPENDITURE OF MICRO AND SMALL ENTERPRISES IN INDONESIA BY PROVINCE IN 2024.Micro and Small Enterprises (MSEs) play a strategic role in Indonesia’s economy, particularly in creating employment opportunities and driving regional economic activity. Variations in geographical and socioeconomic conditions across regions lead to differences in labor cost expenditures of MSEs among provinces. This study aims to examine the patterns and disparities of MSE labor cost expenditures across Indonesian provinces in 2024. The research adopts a quantitative descriptive approach based on Business Intelligence, utilizing secondary data sourced from Statistics Indonesia (Badan Pusat Statistik). Data visualization is presented through various graphical forms, including bar charts, pie charts, grouped bar charts, heatmaps, and bubble charts. The findings indicate that provinces on the island of Jawa especially West Java, Central Java, and East Jawa record the highest MSE labor cost expenditures compared to other regions. In contrast, provinces outside Java tend to have lower expenditure levels. Overall, the cost structure between micro and small enterprises is relatively balanced, although micro enterprises show a more dominant contribution. These findings underscore the importance of more targeted policy formulation to improve labor cost efficiency and promote more equitable development of MSEs across regions.
Keywords: MSEs, labor costs, Business Intelligence, Statistics Indonesia (BPS), provincial analysis.