DAMPAK BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL SISWA (STUDI KASUS: SMP IPTEK TANGERANG SELATAN)
Pentingnya Kesadaran terhadap Bullying
Abstract
Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang dapat berdampak
besar terhadap kesehatan mental peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
sejauh mana perundungan memengaruhi kondisi psikologis siswa, khususnya terkait
munculnya gejala seperti depresi, kecemasan, serta menurunnya rasa percaya diri. Untuk
memperoleh data yang relevan, studi ini menggunakan metode survei dengan melibatkan 40
siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Dari hasil pengumpulan dan analisis data,
ditemukan bahwa siswa yang mengalami bullying cenderung menunjukkan tingkat
kecemasan dan depresi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terlibat langsung
sebagai korban. Tidak hanya itu, perundungan juga berdampak negatif terhadap
kemampuan siswa dalam bersosialisasi, serta menurunkan harga diri mereka secara
signifikan. Hasil temuan ini menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pihak sekolah dan
orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan bebas dari tindakan
perundungan. Upaya pencegahan dan penanganan yang tepat tidak hanya berperan dalam
menjaga kesehatan mental siswa, tetapi juga mendukung terciptanya suasana belajar yang
lebih positif dan inklusif. Dengan memahami lebih dalam dampak psikologis bullying,
diharapkan pihak terkait dapat menyusun strategi intervensi yang efektif, baik dalam bentuk
kebijakan sekolah maupun program edukatif. Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu
rujukan dalam pengembangan langkah konkret untuk mengatasi perundungan secara
menyeluruh di lingkungan pendidikan.
Kata kunci: , perundungan, kesehatan mental, harga diri
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).