Cegah Bullying Ciptakan Budaya Sekolah Yang Inklusif Be a Buddy Not a Bully
Abstract
Masa remaja merupakan fase baru dalam kehidupan seseorang yang ditandai dengan berbagai perubahan dalam diri individu, baik dari segi fisik, kognitif, sosial, maupun psikologis. Perubahan ini mendorong remaja untuk menunjukkan perilaku tertentu yang bertujuan menarik perhatian orang di sekitarnya. Hal ini berkaitan dengan munculnya sifat egosentris dan keinginan kuat untuk menjadi pusat perhatian. Sikap egosentris yang berkembang pada masa remaja berpotensi menimbulkan tindakan agresif, salah satunya adalah perilaku kekerasan seperti bullying. Bullying adalah tindakan negatif yang dapat menyebabkan seseorang merasa tidak nyaman atau terluka, dan biasanya dilakukan secara berulang. Sekolah menjadi lingkungan yang cukup rentan terhadap munculnya perilaku bullying, di mana para pelaku atau korbannya sebagian besar adalah remaja.
Untuk mencari alternatif pemecahan masalah diatas, maka diadakan sosialisasi, kegiatan ini dirancang dengan metode edukatif partisipatif yang melibatkan siswa, guru, melalui penyuluhan, diskusi kelompok, simulasi kasus, dan pelatihan keterampilan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa transformasi budaya sekolah menjadi lingkungan yang menghargai keberagaman dan kesetaraan dapat menjadi fondasi efektif dalam mengurangi kasus bullying secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan strategi anti-bullying yang komprehensif di lembaga pendidikan dengan menekankan pentingnya membangun hubungan positif antarwarga sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perlindungan terhadap hak setiap anak untuk belajar tanpa rasa takut, sejalan dengan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).