REVITALISASI : CEGAH BULLYING CIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG AMAN, NYAMAN DAN BEBAS DARI SEGALA BENTUK BULLYING
Abstract
Bullying di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab bullying dan mengembangkan strategi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Metode yang digunakan adalah survei dan wawancara dengan siswa, guru, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran tentang dampak bullying dan kurangnya dukungan dari pihak sekolah menjadi faktor utama. Selain itu, program edukasi yang melibatkan semua pihak di sekolah terbukti efektif dalam mengurangi kasus bullying. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya program edukasi dan pelatihan bagi semua pihak di sekolah untuk mencegah bullying dan menciptakan lingkungan yang positif.
Kata kunci: bullying; lingkungan sekolah; pencegahan; kesehatan mental; strategi
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).