Revitalisasi Kesadaran Hukum dan Kesehatan Masyarakat di Era Modern
Abstract
Pergaulan bebas yang semakin marak di kalangan remaja dan dewasa muda membawa dampak serius terhadap aspek hukum dan kesehatan masyarakat. Rendahnya kesadaran hukum serta kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan mental menjadikan individu rentan terhadap pelanggaran hukum dan penyakit menular seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran hukum dan kesehatan masyarakat di tengah tren pergaulan bebas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode kualitatif digunakan dengan pendekatan studi literatur dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi yang rendah, pengaruh media sosial, dan lemahnya kontrol lingkungan sosial berperan besar dalam rendahnya kesadaran hukum dan kesehatan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan keluarga dalam meningkatkan pemahaman hukum dan kesehatan guna menciptakan generasi yang sadar hukum dan peduli terhadap kesehatan diri serta lingkungannya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).