BERANI BICARA, BERANI BERDIRI MENANGGULANGI BULLYING PADA SMA NEGERI 8 TANGERANG SELATAN
Abstract
ABSTRACT
Bullying is a behavior that is intentionally, repeatedly, and involves abuse of power. This phenomenon occurs not only among adolescents but also among adults, with various forms such as extortion, exclusion, physical intimidation, verbal, and cyberbullying. The impacts can be physical or psychological problems, where verbal bullying is often disguised as a joke but still leaves emotional wounds. To overcome this problem, community service activities were carried out in the form of socialization with the theme "Dare to Speak, Dare to Stand Up to Overcome Bullying". This activity was carried out on April 22, 2025, at SMA Negeri 8 Tangerang Selatan, located at Jl. Raya Cirendeu No. 5, East Ciputat. This socialization aims to provide students with an understanding of the dangers of bullying, encourage the courage to report bullying, and build collective awareness in creating a safe school environment free from bullying behavior.
Keywords: Bullying, Socialization, Education, Adolescents, Prevention.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).