Mencegah Bullying dilingkungan sekolah
Abstract
ABSTRACT
Preventing Bullying in the school environment is a crucial issue that has a direct impact on the psychological, social, and academic development of students. Bullying can be physical or verbal. This community service activity is carried out as a response to this problem, with the aim of increasing awareness and understanding of all elements of education regarding the importance of creating a school environment free from bullying.
Through this descriptive qualitative method, we socialize, train, and discuss with students, teachers and principals interactively to explore information. And we equip them with knowledge and skills in recognizing and handling bullying cases appropriately. By taking a proactive approach in dealing with bullying, schools can create a positive and supportive environment for all students to thrive. Creating a culture of respect and empathy among students is essential in building a safe and inclusive school environment. Teachers and staff should also receive training on how to recognize and handle bullying incidents effectively.
ABSTAK
Mencegah Bullying di lingkungan sekolah merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Tindakan bullying dapat berbentuk fisik, verbal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh elemen pendidikan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Melalui metode kualitatif deskrptif ini, kami bersosialisasi, pelatihan, dan diskusi kepada Siswa, Guru dan kepala Sekolah secara interaktif untuk menggali informasi. Dan kami membekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali serta menangani kasus bullying secara tepat. Dengan mengambil pendekatan proaktif dalam menangani perundungan, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung bagi semua siswa untuk berkembang. Menciptakan budaya penghormatan dan empati di antara siswa sangat penting dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. Guru dan staf juga harus menerima pelatihan tentang cara mengenali dan menangani insiden perundungan secara efektif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).