Mohammad Farid PERAN PELAJAR DALAM MEMBANGUN BUDAYA DIGITAL POSITIF ANTI HOAKS SESUAI UNDANG-UNDANG ITE

Fakultas Hukum Universitas Pamulang

Authors

  • Mohammad Farid Farid Wiraswasta
  • Fakultas Hukum Universitas Pamulang Jl. Raya Puspitek No. 11, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15316 E-mail : [email protected] UNIVERSITAS PAMULANG

Abstract

ABSTRAK
Perkembangan teknologi digital di kalangan pelajar telah membawa perubahan
signifikan dalam pola komunikasi, pembelajaran, dan interaksi sosial. Namun,
perkembangan tersebut juga menimbulkan persoalan baru berupa persebaran hoaks
yang semakin masif di media sosial. Pelajar menjadi kelompok yang rentan karena
tingginya intensitas penggunaan gawai dan rendahnya kemampuan memverifikasi
informasi. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan kegiatan Pengabdian kepada
Masyarakat (PKM) melalui sosialisasi dan penyuluhan mengenai bahaya hoaks serta
urgensi membangun budaya digital positif sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi
dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Kegiatan dilaksanakan di SMP Bina Insani, Kota
Tangerang, dengan metode penyampaian materi hukum, literasi digital, diskusi
interaktif, dan simulasi identifikasi hoaks. Artikel ini mengkaji latar belakang, metode
pelaksanaan, serta hasil kegiatan yang menunjukkan peningkatan kesadaran pelajar
terhadap etika bermedia sosial dan kemampuan memilah informasi. Hasil evaluasi
menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali ciri hoaks, memahami dasar hukum
terkait penyebaran informasi bohong, serta menunjukkan sikap lebih berhati-hati dalam
aktivitas digital. Kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi hukum berbasis literasi
2
digital efektif dalam membentuk budaya digital positif dan mencegah penyebaran
hoaks di lingkungan pelajar

Downloads

Published

2026-04-08