SMPIT NURHANIFA SEBGAI INSTITUSI YANG AMAN TANPA BULLYING DENNGAN MENERAPKAN SEMBOYAN PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA

Authors

  • Ester Cantika Universitas Pamulang
  • Veligha Keiny Universitas Pamulang
  • Dede Maysaroh
  • Abdullah Tena
  • Ach. Su'uudi Samsil Umam
  • Diah Kumala Sari
  • Kayla Dian Larasati
  • Gavrila Maritza Galen
  • Ridwan Yusuf

Abstract

Hasil sosialisai ini menunjukkan bahwa penanaman prinsip Ing Ngarsa Sung Tulodo diwujudkan melalui keteladanan guru dan pimpinan dalam berkomunikasi santun dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

Prinsip Ing Madya Mangun Karsa diterapkan dengan memberikan stimulus terhadap siswa-siswi untuk membangun kemauan dalam mewujudkan cita-cita.

Sementara prinsip Tut Wuri Handayani terlihat dari pola pendampingan guru yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang tanpa paksaan dan stigma.

Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan semboyan pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara konsisten dapat membentuk budaya sekolah yang humanis, partisipatif, dan bebas bullying. Model SMPIT Nurhanifa dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam membangun sekolah yang aman secara fisik maupun psikologis.

Kata Kunci: bullying; sekolah aman; Ki Hadjar Dewantara; pendidikan karakter; pengabdian kepada masyarakat

Author Biographies

Veligha Keiny, Universitas Pamulang

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Dede Maysaroh

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Abdullah Tena

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Ach. Su'uudi Samsil Umam

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Diah Kumala Sari

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Kayla Dian Larasati

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Gavrila Maritza Galen

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Ridwan Yusuf

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ilmu Hukum 

Downloads

Published

2026-06-29