SMPIT NURHANIFA SEBGAI INSTITUSI YANG AMAN TANPA BULLYING DENNGAN MENERAPKAN SEMBOYAN PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA
Abstract
Hasil sosialisai ini menunjukkan bahwa penanaman prinsip Ing Ngarsa Sung Tulodo diwujudkan melalui keteladanan guru dan pimpinan dalam berkomunikasi santun dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Prinsip Ing Madya Mangun Karsa diterapkan dengan memberikan stimulus terhadap siswa-siswi untuk membangun kemauan dalam mewujudkan cita-cita.
Sementara prinsip Tut Wuri Handayani terlihat dari pola pendampingan guru yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang tanpa paksaan dan stigma.
Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan semboyan pendidikan Ki Hadjar Dewantara secara konsisten dapat membentuk budaya sekolah yang humanis, partisipatif, dan bebas bullying. Model SMPIT Nurhanifa dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan lain dalam membangun sekolah yang aman secara fisik maupun psikologis.
Kata Kunci: bullying; sekolah aman; Ki Hadjar Dewantara; pendidikan karakter; pengabdian kepada masyarakat
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PAMULANG

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang artikelnya diterbitkan pada Jurnal Bhakti Hukum ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak jurnal untuk publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Perjanjian kontrak tambahan dapat dilakukan oleh penulis, yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. Lihat (The Effect of Open Access).