Analisis Perbandingan Dampak Psikososial antara Korban dan Pelaku Bullying di Lingkungan Sekolah

Authors

  • Merlinda Rahmah Universitas Pamulang
  • Nawang Maulana Jova Laduni Universitas Pamulang
  • Muhammad Abbabil Universitas Pamulang

Abstract

Bullying atau perundungan di lingkungan sekolah tidak hanya berdampak pada pihak yang menjadi korban, tetapi juga meninggalkan jejak psikososial yang signifikan bagi pihak yang berperan sebagai pelaku. Korban bullying umumnya mengalami dampak berupa kecemasan, depresi, rendahnya kepercayaan diri, isolasi sosial, hingga penurunan prestasi akademik, sementara pelaku bullying berisiko mengalami gangguan pengendalian emosi, kecenderungan perilaku agresif yang menetap, serta kesulitan membangun relasi sosial yang sehat di kemudian hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Letris Indonesia 2 Pamulang dengan tujuan menganalisis dan membandingkan dampak psikososial yang dialami oleh korban dan pelaku bullying, sekaligus membangun kesadaran kolektif siswa mengenai pentingnya pencegahan perundungan sejak dini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa baik korban maupun pelaku bullying sama-sama berisiko mengalami gangguan psikososial, meskipun dengan bentuk dan intensitas yang berbeda; korban lebih dominan mengalami dampak internalisasi seperti kecemasan dan depresi, sedangkan pelaku lebih dominan mengalami dampak eksternalisasi seperti perilaku antisosial dan kesulitan berempati. Pemahaman terhadap perbandingan dampak psikososial ini penting agar penanganan bullying di sekolah tidak hanya berorientasi pada pemberian sanksi kepada pelaku, tetapi juga melibatkan pendampingan psikologis bagi kedua belah pihak guna memutus siklus kekerasan secara berkelanjutan.

Kata Kunci: Bullying, Dampak Psikososial, Korban, Pelaku, Perbandingan.

Downloads

Published

2026-06-29