Dari Inklusi Digital Menuju Ketahanan Kerja: Strategi Penguatan Human Capital Adaptif Dan Berkelanjutan Bagi Pekerja Informal Indonesia Di Era Kecerdasan Artifisial

Authors

  • Elvira Nursan Universitas Pamulang
  • Fika Febiati Universitas Pamulang
  • Theresia Dwi Wahyuni Universitas Pamulang
  • Maulidina Alfadilah Universitas Pamulang
  • Ansori Universitas Pamulang

Abstract

Abstrak. Transformasi digital dan perkembangan pesat kecerdasan artifisial telah mengubah struktur, pola, dan kebutuhan kompetensi dalam dunia kerja. Perubahan tersebut membuka peluang bagi pekerja informal Indonesia untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi, memperbaiki kualitas layanan, dan mengembangkan sumber pendapatan baru melalui pemanfaatan teknologi digital. Namun, perluasan akses digital belum secara otomatis menghasilkan pemberdayaan ekonomi dan ketahanan kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penguatan human capital yang adaptif dan berkelanjutan bagi pekerja informal Indonesia di era kecerdasan artifisial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur integratif terhadap artikel ilmiah, buku akademik, laporan institusional, dan publikasi resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pekerja informal masih menjadi bagian penting dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia, sedangkan inklusi digital masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan konektivitas, keterbatasan keterampilan digital, keterjangkauan akses internet, kualitas jaringan, kekhawatiran terhadap keamanan data, serta belum optimalnya pemanfaatan platform pembelajaran daring. Ketahanan kerja tidak cukup dibangun hanya melalui penyediaan infrastruktur dan akses teknologi, tetapi juga memerlukan penguatan literasi digital, literasi kecerdasan artifisial, kesadaran keamanan digital, kemampuan adaptasi, daya inovasi, literasi finansial, pembelajaran sepanjang hayat, dan posisi tawar pekerja. Pengembangan human capital perlu didukung melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, platform digital, dan komunitas pekerja. Dengan demikian, inklusi digital perlu diarahkan melampaui perluasan akses menuju pemberdayaan ekonomi, peningkatan produktivitas, keberlanjutan penghidupan, dan masa depan kerja yang lebih inklusif.
Kata kunci: Inklusi Digital; Kecerdasan Artifisial; Ketahanan Kerja; Modal Manusia; Pekerja Informal; Penghidupan Berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-07-15