Penguatan Human Capital Berbasis Inovasi Dan Berkelanjutan Dalam Menghadapi Era Digital Dan Future Of Work: Sebuah Kerangka SEHC Multi-Level

Authors

  • Muhammad Zuber Qomaruddin Universitas Pamulang

Abstract

Abstrak. Transformasi digital dan perubahan lanskap masa depan pekerjaan (future of work) memberikan tekanan eksponensial pada organisasi untuk beradaptasi. Namun, banyak inisiatif transformasi gagal bukan karena keterbatasan teknologi, melainkan akibat lemahnya modal manusia (human capital) yang tidak inovatif dan tidak berkelanjutan. Studi ini mengembangkan kerangka kerja konseptual penguatan human capital yang mengintegrasikan inovasi dan keberlanjutan. Melalui Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA menyaring 892 artikel dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar, dengan 22 artikel disintesis penelitian ini menyusun ulang pendekatan System-Embedded Human Capital (SEHC) multi-level. Hasilnya menunjukkan bahwa penguatan human capital yang efektif harus dilakukan secara simultan pada tiga level: (1) Makro (kebijakan nasional dan reformasi kurikulum), (2) Meso (budaya organisasi adaptif dan kepemimpinan digital), dan (3) Mikro (kompetensi teknis digital dan soft skills kognitif-sosial). Ketiga level bekerja sebagai ekosistem kapabilitas yang diatur oleh weakest-link dynamic: ketidakselarasan pada satu titik melemahkan keseluruhan sistem. Sebagai kebaruan utama, studi ini mengusulkan empat indikator terukur per level SEHC dengan skala pengukuran dan referensi instrumen yang divalidasi, serta merumuskan empat proposisi penelitian yang siap diuji secara empiris. Kerangka ini juga dibedakan dari HCTF, RBV, dan Dynamic Capabilities melalui dimensi kebijakan yang eksplisit dan integrasi keberlanjutan.
Kata Kunci: Human Capital; Inovasi; Keberlanjutan; Future of Work; Transformasi Digital; Kerangka Multi-Level; SEHC; Dynamic Capabilities; Absorptive Capacity.

Downloads

Published

2026-07-15