Plagiarism Check
Kebijakan Plagiarisme
Permintaan Anda adalah membuat ulang kebijakan plagiarisme untuk "Jurnal Eduvision" (dikelola Prodi Magister Manajemen Pendidikan) dalam bahasa Indonesia, berdasarkan template Jurnal Jurnal Eduvision. Kebijakan ini esensial untuk menjaga integritas akademik, mencegah fraud, dan memenuhi standar akreditasi Sinta atau internasional seperti COPE.
Asumsi Tersembunyi
Asumsi utama: Jurnal Eduvision menggunakan Turnitin sebagai plagiarism checker (seperti template), dengan penalti bertingkat (minor, intermediate, severe) dan retraction mengikuti COPE. Jika prodi memiliki variasi (misalnya software lain atau penekanan etika pendidikan Islam), ini perlu disesuaikan; hipotesis saya: adaptasi langsung agar sesuai konteks manajemen pendidikan Indonesia, tanpa self-plagiarism eksplisit jika tidak relevan secara lokal.
Alternatif dan Kontra-Argumen
Alternatif: Buat kebijakan lebih ringkas (hanya 3 tingkat penalti) untuk kemudahan baca, atau tambah klausul lokal seperti sanksi oleh Kopertis. Kontra: Terlalu ketat berisiko kurangi pengajuan dari dosen pemula; terlalu longgar rusak reputasi. Solusi optimal: Ikuti template tapi lokalakan nama jurnal dan bahasa, pastikan kompatibel OJS untuk transparansi reviewer.
Kesimpulan Logis
Berikut draft Kebijakan Plagiarisme lengkap untuk Jurnal Eduvision, siap copy-paste ke situs jurnal:
Kebijakan Plagiarisme
Jurnal Eduvision menyatakan bahwa plagiarisme tidak dapat diterima dari semua penulis dan因此 menetapkan kebijakan berikut yang menyatakan tindakan spesifik (penalti) ketika plagiarisme teridentifikasi oleh software plagiarism checker pada artikel yang diajukan untuk publikasi. Kami menggunakan Turnitin sebagai software plagiarism checker.
“Plagiarisme adalah menyalin teks atau ide orang lain dan menyajikannya sebagai karya sendiri. Anda harus membedakan (yaitu, memisahkan dan mengidentifikasi) teks yang disalin dari teks Anda sendiri dan memberikan kredit (yaitu, mengutip sumber) kepada sumber teks yang disalin untuk menghindari tuduhan plagiarisme. Plagiarisme dianggap sebagai penipuan dan memiliki konsekuensi berat termasuk kehilangan pekerjaan, kehilangan reputasi, dan pemberian nilai rendah atau gagal pada mata kuliah.”
Definisi plagiarisme ini berlaku untuk teks atau ide yang disalin:
-
Terlepas dari sumber teks atau ide yang disalin.
-
Terlepas dari apakah penulis teks atau ide yang Anda salin sebenarnya menyalin teks atau ide tersebut dari sumber lain.
-
Terlepas dari apakah atau tidak kepenulisan teks atau ide yang Anda salin diketahui.
-
Terlepas dari sifat teks Anda (artikel jurnal, halaman web, bab buku, makalah untuk mata kuliah perguruan tinggi, dll.) ke dalam mana Anda menyalin teks atau ide tersebut.
-
Terlepas dari apakah atau tidak penulis sumber materi yang disalin memberikan izin untuk materi tersebut disalin; dan
-
Terlepas dari apakah Anda adalah atau bukan penulis sumber teks atau ide yang disalin (self-plagiarisme).
Ketika plagiarisme teridentifikasi oleh software Plagiarism Checker, Dewan Editorial yang bertanggung jawab atas review artikel ini akan menyepakati tindakan sesuai tingkat plagiarisme yang terdeteksi dalam artikel sesuai pedoman berikut:
Plagiarisme Minor
Kalimat kecil atau paragraf pendek dari manuskrip lain disalin tanpa data atau ide signifikan yang diambil dari kertas atau publikasi lain.
Hukuman: Peringatan diberikan kepada penulis dan permintaan untuk mengubah manuskrip serta mengutip sumber asli dengan benar.
Plagiarisme Intermediate
Data signifikan, paragraf, atau kalimat dari artikel disalin tanpa kutipan yang tepat ke sumber asli.
Hukuman: Artikel yang diajukan ditolak secara otomatis.
Plagiarisme Severe
Porsi besar artikel disalin yang melibatkan banyak aspek seperti mereproduksi hasil asli (data, formulasi, persamaan, hukum, pernyataan, dll.), ide, dan metode yang disajikan dalam publikasi lain.
Hukuman: Artikel ditolak secara otomatis dan penulis dilarang mengajukan artikel lebih lanjut ke jurnal.
Retraction
Artikel yang diterbitkan di Jurnal Eduvision akan dipertimbangkan untuk ditarik (retracted) dalam publikasi jika:
-
Ada bukti jelas bahwa temuan tidak dapat diandalkan, baik akibat pelanggaran (misalnya pemalsuan data) atau kesalahan jujur (misalnya kesalahan perhitungan atau eksperimen).
-
Temuan telah dipublikasikan sebelumnya di tempat lain tanpa cross-referencing, izin, atau justifikasi yang tepat (yaitu kasus publikasi redundan).
-
Merupakan plagiarisme.
-
Melaporkan penelitian tidak etis.
Mekanisme retraction mengikuti Retraction Guidelines dari Committee on Publication Ethics (COPE) yang dapat diakses di https://publicationethics.org/files/retraction%20guidelines.pdf.




