Analisis Sektor Basis Pariwisata di Provinsi Banten dengan Model Location Quotient Periode 2020-2025
DOI:
https://doi.org/10.32493/jee.v8i4.60328Keywords:
Kontribusi Sektor, Pariwisata, Pertumbuhan Ekonomi, Location Quotient, PDRBAbstract
Studi ini bertujuan meneliti kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten periode 2018 hingga 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Alat analisis meliputi kontribusi sektoral, Location Quotient (LQ). Hasil penelitian menunjukkan: 1) Rata-rata kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Banten sebesar 2,36% dengan tren meningkat pasca pandemi mencapai 2,44% pada 2025; 2) Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kota Tangerang Selatan menjadi daerah basis pariwisata dengan nilai LQ masing-masing 2,68, 2,31 dan 1,25. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penguatan infrastruktur dan promosi terintegrasi pada destinasi unggulan untuk mengoptimalkan multiplier effect pariwisata terhadap perekonomian daerah.
References
1. Banten. (2021). Statistik Pariwisata Provinsi Banten 2020. Serang: BPS Provinsi Banten.
2. Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. (2024). Provinsi Banten Dalam Angka 2024. Serang: BPS Provinsi Banten.
3. Dinas Pariwisata Provinsi Banten. (2023). Rencana Strategis Dinas Pariwisata Provinsi Banten 2023-2026. Serang: Dispar Banten.
4. Glasson, J. (1974). An Introduction to Regional Planning. London: Hutchinson.
5. Isard, W. (1960). Methods of Regional Analysis: An Introduction to Regional Science. Cambridge: MIT Press.
6. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2024). Statistik Pariwisata Indonesia 2023. Jakarta: Kemenparekraf.
7. Maryani, E. (2019). Strategi Pengembangan Daya Saing Pariwisata Pantai Anyer Kabupaten Serang. Jurnal Kepariwisataan, 13(1), 45-58.
8. Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi.
9. Prasetyo, H. (2020). Analisis Sektor Basis dan Non Basis dalam Perekonomian Wilayah Lombok. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 11(2), 101-115.
10. Siregar, F. A., Yusuf, M., Abdi, M., Aisyah, S., Anzani, W., Sihombing, R., & Anggriani, D. (2025). Analisis Location Quotient (LQ) Dalam Menentukan Sektor Unggulan Di Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Jurnal Publikasi Ekonomi Dan Akuntansi, 5(3), 532–541. https://doi.org/10.51903/jupea.v5i3.4222
11. Spillane, J. J. (1994). Pariwisata Indonesia: Siasat Ekonomi dan Rekayasa Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.
12. Suryadana, L., & Octavia, V. (2021). Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB Provinsi Bali. Jurnal Destinasi Pariwisata, 9(1), 112-125.
13. Tarigan, R. (2005). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.
14. Vanhove, N. (2011). The Economics of Tourism Destinations. London: Routledge.
15. Yoeti, O. A. (2008). Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi, dan Aplikasi. Jakarta: Kompas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi Efektif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta artikel dan menyerahkan kepada jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah di bawah persyaratan Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0)
yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).



