Efisiensi Teknis Belanja Perumahan dan Sanitasi Layak pada Pemerintah Provinsi di Indonesia: Pendekatan Model Simar Wilson
Keywords:
Efisiensi Teknis , Data Envelopment Analysis , Pengeluaran Perumahan Publik , Simar Wilson , Akses Sanitasi Layak , IndonesiaAbstract
Desentralisasi fiskal memberi keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan belanja sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, anggaran yang besar tidak otomatis diikuti kualitas layanan publik yang lebih baik. Karena itu, pengukuran efisiensi menjadi penting, terutama pada fungsi Perumahan dan Sanitasi Layak yang menopang penyediaan layanan sanitasi. Penelitian ini mengukur efisiensi teknis belanja Perumahan dan Sanitasi pada pemerintah provinsi di Indonesia. Penelitian ini juga menganalisis faktor yang memengaruhi efisiensi tersebut. Kebaruannya terletak pada penggunaan pendekatan two-stage Data Envelopment Analysis (DEA) dengan regresi truncated bootstrap Simar and Wilson. Pendekatan ini menghasilkan inferensi statistik yang lebih reliabel dibandingkan regresi Tobit konvensional. Data yang digunakan berupa data cross-section pemerintah provinsi di Indonesia. Pada tahap pertama, skor efisiensi diestimasi menggunakan DEA berorientasi output dengan asumsi Variable Returns to Scale (VRS). Belanja barang dan jasa serta belanja modal fungsi Perumahan dan Sanitasi menjadi input. Persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak menjadi output. Pada tahap kedua, regresi truncated bootstrap Simar-Wilson menguji pengaruh PDRB per kapita, tingkat kemiskinan, jumlah penduduk, dan luas wilayah terhadap efisiensi. Hasilnya menunjukkan masih terdapat ruang peningkatan output tanpa tambahan belanja. Hanya sebagian kecil provinsi yang mencapai frontier efisiensi. Mayoritas provinsi lain masih berada pada kondisi increasing returns to scale. Tingkat kemiskinan dan luas wilayah terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap efisiensi. Sementara itu, PDRB per kapita dan jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi belanja Perumahan dan Sanitasi lebih banyak dipengaruhi karakteristik sosial-ekonomi dan geografis daripada tingkat kemakmuran daerah. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan konektivitas wilayah perlu menjadi prioritas kebijakan. Dengan demikian, kebijakan anggaran ke depan perlu diarahkan tidak hanya pada besaran alokasi, tetapi juga pada perbaikan kondisi struktural daerah agar layanan sanitasi dapat disediakan secara lebih efisien dan merata di seluruh provinsi.
References
1. Afonso, A., & Aubyn, M. St. (2005). Non-Parametric Approaches to Education and Health Efficiency in OECD Countries. Journal of Applied Economics, 8(2), 227–246. https://doi.org/10.1080/15140326.2005.12040626
2. Afonso, A., & Fernandes, S. (2006). Measuring local government spending efficiency: Evidence for the Lisbon region. Regional Studies, 40(1), 39–53. https://doi.org/10.1080/00343400500449937
3. Afonso, A., & Fernandes, S. (2008). Assessing and explaining the relative efficiency of local government. The Journal of Socio-Economics, 37(5), 1946–1979. https://doi.org/10.1016/j.socec.2007.03.007
4. Afonso, A., & Fraga, G. B. (2024). Government spending efficiency in Latin America. Empirica, 51(1), 127–160. https://doi.org/10.1007/s10663-023-09599-4
5. Afonso, A., Schuknecht, L., & Tanzi, V. (2005). Public sector efficiency: An international comparison. In Public Choice (Vol. 123, Numbers 3–4, pp. 321–347). https://doi.org/10.1007/s11127-005-7165-2
6. Agasisti, T., & Porcelli, F. (2023). Local governments’ efficiency and its heterogeneity – empirical evidence from a stochastic frontier analysis of Italian municipalities 2010-2018. Applied Economics , 55(25), 2902–2927. https://doi.org/10.1080/00036846.2022.2107988
7. Anitasari, M., Rambe, A., & Ratu, E. F. (2024). Local Government Pro-Poor Growth Spending Efficiency And Their Determinants In Indonesia. Local Government Pro-Poor Growth Spending Efficiency And Their Determinants In Indonesia. https://doi.org/10.53555/kuey.v30i4.1633
8. Athanassopoulos, A. D., & Triantis, K. P. (1998). Assessing Aggregate Cost Efficiency And The Related Policy Implications For Greek Local Municipalities. INFOR: Information Systems and Operational Research, 36(3), 66–83. https://doi.org/10.1080/03155986.1998.11732347
9. Badunenko, O., & Tauchmann, H. (2019). Simar and Wilson two-stage efficiency analysis for Stata. Stata Journal, 19(4), 950–988. https://doi.org/10.1177/1536867X19893640
10. Balaguer-Coll, M. T., Prior, D., & Tortosa-Ausina, E. (2007). On the determinants of local government performance: A two-stage nonparametric approach. European Economic Review, 51(2), 425–451. https://doi.org/10.1016/j.euroecorev.2006.01.007
11. Bastida, F., Guillamón, M.-D., & Benito, B. (2013). Municipal Spending in Spain: Spatial Approach. Journal of Urban Planning and Development, 139(2), 79–93. https://doi.org/10.1061/(ASCE)UP.1943-5444.0000138
12. Bosch, N., Pedraja, F., & Suárez‐Pandiello, J. (2000). Measuring the efficiency of Spanish municipal refuse collection services. Local Government Studies, 26(3), 71–90. https://doi.org/10.1080/03003930008434000
13. Boyne, G. (1995). Population Size and Economies of Scale in Local Government. Policy & Politics, 23(3), 213–222.
14. BPS. (2026). Detail metadata indikator statistik: Persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak.
15. Charnes, A., Cooper, W. W., & Rhodes, E. (1978). Measuring the efficiency of decision making units. European Journal of Operational Research, 2(6), 429–444.
16. Cooper, W. W., Seiford, L. M., & Tone, K. (2007). Data envelopment analysis: a comprehensive text with models, applications, references and DEA-solver software. Springer.
17. Cordero-Ferrera, J. M., Pedraja-Chaparro, F., & Salinas-Jiménez, J. (2008). Measuring efficiency in education: an analysis of different approaches for incorporating non-discretionary inputs. Applied Economics , 40(10), 1323–1339. https://doi.org/10.1080/00036840600771346
18. Creswell, J. (2003). Research design: Qualitative, quantitative and mixed methods. In Sage Publications. Sage Publications.
19. De Borger, B., & Kerstens, K. (1996). Cost efficiency of Belgian local governments: A comparative analysis of FDH, DEA, and econometric approaches. Regional Science and Urban Economics, 26(2), 145–170.
20. Fajri Nurliquisa, A., Rahajeng Gusyono, F., Adam Pratama, F., Angelin Munthe, M., & Salsabila Suci Maheswari, S. (2025). Analisis Efisiensi Belanja Pemerintah Berdasarkan Indikator Ekonomi-Sosial dengan Metode Clustering. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2(3), 6220.
21. Farrell, M. J. (1957). The measurement of productive efficiency. Journal of the Royal Statistical Society. Series A (General), 120, 253–290.
22. Fitriyani, S., & Suseno, D. A. (2026). Environmental Expenditure Efficiency and its Determinants in Indonesia: A DEA - Tobit Model. Journal La Bisecoman, 7(1), 168–185. https://doi.org/10.37899/journallabisecoman.v7i1.3152
23. Grosskopf, S., & Yaisawarng, S. (1990). Economies Of Scope In The Provision Of Local Public Services. National Tax Journal, 43(1), 61–74. https://doi.org/10.1086/NTJ41788825
24. Herrera, S., & Pang, G. (2005). Efficiency of Public Spending in Developing Countries: An Efficiency Frontier Approach. (Vol. 3645). World Bank Publications.
25. Jialu, S., Zhiqiang, M., Mingxing, L., Agyeman, F. O., & Yue, Z. (2022). Efficiency Evaluation and Influencing Factors of Government Financial Expenditure on Environmental Protection: An SBM Super-efficiency Model Based on Undesired Outputs. Problemy Ekorozwoju, 17(1), 140–150. https://doi.org/10.35784/pe.2022.1.13
26. Kalb, A. (2010). Public sector efficiency: applications to local governments in Germany. Springer Science & Business Media.
27. Lacko, R., Hajduová, Z., & Markovič, P. (2022). Socioeconomic determinants of environmental efficiency: the case of the European Union. Environmental Science and Pollution Research, 30(11), 31320–31331. https://doi.org/10.1007/s11356-022-24435-1
28. Mahlberg, B., & Obersteiner, M. (2001). Remeasuring the hdi by data envelopment analysis. International Institute for Applied Systems Analysis Interim Report.
29. Mardiasmo. (2021). Akuntansi sektor publik-edisi terbaru. Penerbit Andi.
30. Musgrave, R. A. (1989). The three branches revisited. Atlantic Economic Journal, 17(1).
31. Oates, W. (1972). [Review of Fiscal Federalism, by W. E. Oates]. Public Choice, 14, 155–157. https://www.jstor.org/stable/30022712
32. Pina, V., & Torres, L. (2001). Analysis of the efficiency of local government services delivery. An application to urban public transport. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 35(10), 929–944. https://doi.org/10.1016/S0965-8564(00)00033-1
33. Prasetyowati, Y. W., & Haryanto, T. (2018). Determinan Efisiensi Teknis Belanja Pemerintah Sektor Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Assets : Jurnal Ilmiah Ilmu Akuntansi, Keuangan Dan Pajak, 2(2), 47–55. https://doi.org/10.30741/assets.v2i2.270
34. Prud’homme, R. (1995). The Dangers Of Decentralization. The World Bank Research Observer, 10(2), 201–220. https://doi.org/10.1093/wbro/10.2.201
35. Putra, T. M., & Anitasari, M. (2020). Efisiensi Pengeluaran Pemerintah Bidang Pendidikan Di Indonesia (Data Envelopment Analysis). Convergence: The Journal of Economic Development, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.33369/convergence-jep.v1i1.10859
36. Rahayu, W. S., & Khoirunurrofik, K. (2022). The Effect of Accountability on the Efficiency of Local Government Expenditures. Jurnal Tata Kelola Dan Akuntabilitas Keuangan Negara, 177–198. https://doi.org/10.28986/jtaken.v8i2.647
37. Saputra, A., & Khoirunurrofik, K. (2022). Bagaimana Meningkatkan Efisiensi Belanja Daerah? Studi Kasus Bidang Pendidikan. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 4(1S), 266–274. https://doi.org/10.31092/jpkn.v4i1S.1910
38. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business. In Open Access Library Journal (Vol. 5). john wiley & sons.
39. Simar, L., & Wilson, P. W. (2007). Estimation and inference in two-stage, semi-parametric models of production processes. Journal of Econometrics, 136(1), 31–64.
40. Storto, C. lo. (2013). Evaluating Technical Efficiency of Italian Major Municipalities: A Data Envelopment Analysis model. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 81, 346–350. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2013.06.440
41. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
42. Tirtosuharto, D. (2022). The impact of fiscal efficiency on poverty reduction in Indonesia: institutional factor and geographical differences. Journal of Geographical Systems, 24(1), 67–93. https://doi.org/10.1007/s10109-021-00359-1
43. Worthington, A. C., & Dollery, B. E. (2002). Incorporating contextual information in public sector efficiency analyses: a comparative study of NSW local government. Applied Economics, 34(4), 453–464.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi Efektif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta artikel dan menyerahkan kepada jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah di bawah persyaratan Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0)
yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).



