Pengaruh Pembayaran Non Tunai dan Era Fintech 4.0 Terhadap Velocity of Money di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.32493/jaras.v5i2.48527Keywords:
Velocity of Money, Pembayaran Non Tunai, Fintech 4.0, Pandemi Covid-19Abstract
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pembayaran non tunai (uang elektronik, transaksi menggunakan ATM/Debit, transaksi menggunakan kartu kredit, Era Fintech 4.0 dan Era Pandemi Covid-19 terhadap velocity of money di Indonesia.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder runtut waktu tahun 2015-2023. Teknik analisis yeng digunakan adalah model regresi Error Correction Model (ECM)
Hasil. Volume transaksi e-money, transaksi pembayaran ATM dan Debit dan Era Fintech 4.0 terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap velocity of money di Indonesia tahun 2015-2023 baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Volume transaksi kartu kredit berpengaruh signifikan negatif terhadap terhadap velocity of money di Indonesia tahun 2015-2023 dalam jangka panjang namun tidak berpengaruh signifkan negatif dalam jangka pendek. Begitu juga Pandemi Covid 19 terbukti berpengaruh signifikan negatif terhadap terhadap velocity of money di Indonesia tahun 2015-2023 dalam jangka panjang dan jangka pendek.
Implikasi. Pembayaran Non Tunai terbukti tidak berpengaruh terhadap velocity of money di Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa masih rendahnya penggunaan pembayaran non tunai di Indonesia, sehingga diharapkan pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia dapat mengoptimalkan program sosialisasi pembayaran non tunai kepada Masyarakat untuk dapat mewujudkan masyarakat yang biasa dengan pembayaran non tunai (cashless society)
References
Anwar, C. J., Suhendra, I., Putri, S. A., Nurasiah, T. S., Fitriadi, A., Akbar, A., E., Sultan, U.,A. T. (2023). Analisis Pengaruh Pembayaran Non-Tunai Terhadap Velocity Of Money. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(16), 125–137. https://doi.org/10.5281/zenodo.8232468
Arner, D. W., & Buckley, R. P. (2015). The Evolution of Fintech: A New Post-Crisis Paradigm? SSRN Electronic Journal. DOI: 10.2139/ssrn.2676553
Bank Indonesia. (2012). Instrumen Pembayaran. www.bi.go.id .
Barus, E., & Sugiyanto, FX. (2021). Multiplier and Velocity of Money Relationship of Cartal and Electronic in Indonesia (Vol. 1, Issue 1). https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jedsr/index
Fauzukhaq, M. F., Prasetia, L. D., & Akbar, A. (2019). Perputaran Uang di Indonesia: Peran Uang Elektronik, Volume Transaksi Elektronik dan Jumlah Mesin EDC. akurasi: Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan, 1(2), 79–88. https://doi.org/10.36407/akurasi.v1i2.92
Ferlicia, S., & Andaiyani, S. (2022). Non-Cash Instruments and Money Supply in Indonesia During Pandemic Covid-19. Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi, 11(2), 383. https://doi.org/10.15408/sjie
Gintting, Z., Djambak, S., & Mukhlis, M. (2019). Dampak transaksi non tunai terhadap perputaran uang di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 16(2), 44–55. https://doi.org/10.29259/jep.v16i2.8877
Gujarati, D. N. (2003). Basic econometrics. McGraw Hill.
Hidayat, I., Mulatsih, S., & Rindayati, W. (2020). The Determinants of Inclusive Economic Growth in Yogyakarta. Jurnal Economia, 16(2), 200–210. https://doi.org/10.21831/economia.v16i2.29342
Huljannah, M., & Satria, D. (2021). Kemajuan Teknologi dan Kecepatan Perputaran Uang: Studi Kasus Indonesia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pembangunan, 10(1), 10–23. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/ekosains
Leong, K. (2018). FinTech (Financial Technology): What is It and How to Use Technologies to Create Business Value in Fintech Way? International Journal of Innovation, Management and Technology, 74–78. https://doi.org/10.18178/ijimt.2018.9.2.791
Lukmanulhakim, M., Djambak, S., Yusuf, D. K. (2016). Pengaruh transaksi non tunai terhadap velositas uang di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 14(1), 41–46. https://doi.org/10.29259/jep.v14i1.8774
Mohamed, E. S. E. (2020). Velocity of Money Income and Economic Growth in Sudan: Cointegration and Error Correction Analysis. International Journal of Economics and Financial Issues, 10(2), 87–98. https://doi.org/10.32479/ijefi.8944
Okafor, P. N., Shitile, T. S., Osude, D., Ihediwa, C. C., Owolabi, O. H., Shom, V. C., & Agbadaola, E. T. (2013). Determinants of Income Velocity of Money in Nigeria. Journal of Economic and Financial Review. Issue 1, Vol.51. https://dc.cbn.gov.ng/efr/vol51/iss1/3/
Pambudi, S. A., & Mubin, M. K. (2020). Analysis The Effect of Electronic Money Use on Velocity of Money: Evidence from Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 5(1), 42. https://doi.org/10.20473/jiet.v5i1.19626
Prasetyo, A. S. (2016). Determinants of Demand for Money and The Velocity of Money in Indonesia. JDE (Journal of Developing Economies) Vol. 3 No. 2 (2018): 65-79. https://e-journal.unair.ac.id/JDE/article/view/10464
Rahmaniar, A., & Aryani, D. (2021). E-money, Product Domestik Bruto, dan Inflasi Terhadap Perputaran Uang Studi Kasus Pada 3 Negara di Asean. BALANCE: Economic, Business, Management, and Accounting Journal, XVII(1). https://journal.um-surabaya.ac.id/balance/article/view/5064
Rizkiyah, K., Nurmayanti, L., Macdhy, R. D. N., & Yusuf, A. (2021). Pengaruh Digital Payment Terhadap Perilaku Konsumen Pengguna Platform Digital Payment OVO. Jurnal Ilmiah Manajemen, 16(1), 107–126. https://doi.org/10.33369/insight.16.1.107-126
Roy, J., Rochaida, E., Suharto, R. B., & Rizkiawan, R. (2021). Digital and electronic transactions against velocity of money. Corporate Governance and Organizational Behavior Review, 5(2 Special Issue), 145–155. https://doi.org/10.22495/cgobrv5i2sip3
Saraswati, B. D., Maski, G., Kaluge, D., & Sakti, R. K. (2022). The Impact of Financial Technology on Consumption Function of The Theory of Absolute Income Hypothesis: A Partial Adjustment Model Approach (The Indonesian Evidence). Business: Theory and Practice, 23(1), 109–116. https://doi.org/10.3846/btp.2022.10789
Sari, R. P., & Yunani, A. (2019). Produk Domestik Bruto (PDB) terhadap Velositas di Indonesia. JIEP Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan. Vol. 2, Issue 1. https://jiep.ulm.ac.id/index.php/jiep/article/view/2392
Sasikarani, M., & Andrian, T. (2022a). Pengaruh Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu, Dana Float dan Kebijakan Moneter Terhadap Velocity of Money di Indonesia. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 3(07), 820–836. https://doi.org/10.36418/jist.v3i7.479
Sharma, S. S., & Syarifuddin, F. (2019). Determinants of Indonesia’s income velocity of money. In Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan (Vol. 21, Issue 3, pp. 323–342). Bank Indonesia Institute. https://doi.org/10.21098/BEMP.V21I3.1006
Soraya, J. L., & Abbas, M. H. I. (2022). Does Non-Cash Payments Affect The Inflation Rate In Indonesia? Apakah Pembayaran Non Tunai Berpengaruh Terhadap Tingkat Inflasi Di Indonesia ? Management Studies and Entrepreneurship Journal, 3(6), 12. http://journal.yrpipku.com/index.php/msej
Susilawati, D., & Putri, J., T. (2018). Analisis Pengaruh Transaksi Non Tunai dan Suku Bunga Bank Indonesia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan 1(2):667. 10.24036/jkep.v1i2.6294
Trisnadewi, N. (2017). Pengaruh Penggunaan Uang Elektronik (E-Money) Terhadap Perputaran Uang (Velocity Of Money) di Bali. In Jurnal Artha Satya Dharma (Vol. 12, Issue Maret). https://doi.org/10.55822/asd.v13i1.52
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bintang Dwika Ramadhan, Birgitta Dian Saraswati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
Penulis memiliki hak cipta artikel dan menyerahkan kepada jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah di bawah persyaratan Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0)
yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas karya awalnya publikasi dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (Lihat The Effect of Open Access).

