EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DISKUSI DAN METODE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMP PGRI 1 CIPUTAT

Authors

  • Karisma Karisma Universitas Pamulang
  • Eti Hayati Universitas Pamulang

Abstract

Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, yang akan mempengaruhi pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi terdapat fenomena mendasar yang dialami oleh siswa siswi di SMP PGRI 1 Ciputat, adalah pada pembelajaran PPKn, guru menyajikan menggunakan metode ceramah, siswa cenderung hanya duduk, diam, dan mendengarkan, sehingga hasil belajar siswa kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode diskusi dan metode jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata Pelajaran Pendidikan kewarganegaraan, materi bhineka tunggal ika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif,dengan metode Quasi Eksperimen tipe Time Series Design. Subjek uji coba dalam penelitian ini siswa kelas VII-4 pada mata pelajaran PPKn di SMP PGRI 1 Ciputat, dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument post test dan pretest untuk mengukur kemampuan awal dan hasil belajar siswa. Sebelum digunakan instrument tersebut harus valid dan reliable dengan dihitung uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya bedanya. Teknik analisis data terdiri dari uji prasyarat, uji hipotesis dan anlisi data hasil belajar siswa dengan paired sample t test.

Hasil penelitian menunjukan bahwa metode Jigsaw berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII-4 pada mata pelajaran PPKN di SMP PGRI 1 Ciputat. Hasil penelitian memperlihatkan peningkatan nilai rata-rata pretest 59,10 menjadi 82,55 pada posttest, dengan nilai signifikansi uji-t sebesar 0.000 < 0.05. Metode Jigsaw terbukti mendorong keterlibatan aktif siswa, tanggung jawab individu, serta kemampuan bekerja sama melalui mekanisme kelompok ahli dan kelompok asal. Metode Jigsaw lebih efektif dibandingkan metode diskusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil uji-t dua sampel independen menunjukkan nilai signifikansi 0.001 < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan efektivitas antara kedua metode. Nilai rata-rata posttest siswa pada kelas Jigsaw lebih tinggi dibandingkan dengan kelas diskusi, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode Jigsaw merupakan strategi pembelajaran yang lebih optimal untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan analisis siswa dalam mata pelajaran PPKn.

 

Kata Kunci : Diskusi kelompok, Jigsaw, Hasil Belajar, PPKn, Bhineka Tunggal Ika.

Author Biography

Karisma Karisma, Universitas Pamulang

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

References

Anggara. (2017). Modul Metode Penelitian. Universitas Pamulang.

Arends, R. I. (2012). Learning to Teach (9th ed.). New York: McGraw-Hill.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arifin, Zainal. (2014). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Djamrah, S. B., & Zain, A. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S. B. (2010). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.

Isjoni. (2009). Cooperative Learning (Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok). Bandung: Alfabeta.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2014). Cooperation and Competition: Theory and Research. Edina: Interaction Book Company.

Kunandar. (2014). Penilaian Autentik (Authentic Assessment). Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Lie, A. (2008). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

Madiong, B. (2018). Pendidikan Kewarganegaraan Civic Education. Makasar: Celebes Media Perkasa.

Permendiknas. (2003). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Poerwadarminta, W. J. S. (2013). KBBI: Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rusman. (2017). Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Saidurrahman. (2018). Pendidikan Kewarganegaraan NKRI Harga Mati. Jakarta: KENCANA.

Suparman. (2019). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Kencana.

Suharsimi, A. (2013). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suprijono, A. (2009). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suprijono, A. (2012). Metode dan Model-Model Mengajar. Bandung: Alfabeta.

Suryana, Yayat., dkk.(2021).Pendidikan Pancasila SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.

Wena, M. (2010). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu

Tinjauan Konseptual Operasional. Bumi Aksara Jakarta.

Magdalen, I. dkk. (2020) Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar Negeri Bojong 3 Pinang. Jurnal Pendidikan dan Sains. Vol. 2 No. 3.

Marton, F., & Säljö, R. (1997). Approaches to Learning. Dalam F. Marton, D. Hounsell, & N. J. Entwistle (Eds.), The Experience of Learning (hlm. 36–55). Edinburgh: Scottish Academic Press.

Slavin, R. E. (2010). Cooperative Learning: Theory, Research, and Practice (2nd ed.). Boston: Allyn & Bacon.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher

Psychological Processes. Harvard University Press

Downloads

Published

2026-09-22

How to Cite

Karisma, K., & Eti Hayati. (2026). EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE DISKUSI DAN METODE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SMP PGRI 1 CIPUTAT . Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa, 6(2), 90–97. Retrieved from https://openjournal.unpam.ac.id/index.php/JMKB/article/view/62458