Perlindungan Hukum Untuk Nasabah Atas Perjanjian Asuransi Jika Klaim Tidak Kunjung Dibayar
Keywords:
Asuransi, Perlindungan Konsumen, PerjanjianAbstract
Asuransi merupakan perjanjian timbal balik. Tertanggung dan penanggung terdapat ikatan bersyarat terhadap tertanggung untuk membayar ganti rugi, tetapi sebaliknya dari sisi tertanggung terdapat ikatan tidak bersyarat untuk membayar premi. Dalam perjanjian timbal balik, kedudukan para pihak sebagai kreditor dan debitor saling bergantian sesuai dengan klausul-klausul yang telah disepakati. Selain itu Asuransi merupakan perjanjian bersyarat yakni Penanggung hanya akan memenuhi kewajiban apabila peristiwa yang diasuransikan benar-benar terjadi dan tertanggung memenuhi kewajiban pembayaran premi kepada penanggung Klaim asuransi tuntutan atas prestasi atau kewajiban penanggung yang baru akan muncul ketika pecahnya perjanjian asuransi atau klausula yang disyaratkan dalam perjanjian asuransi terpenuhi. Munculnya konflik atau sengketa asuransi merupakah suatu keniscayaan yang bisa dipicu dari pihak nasabah atau dari perusahaan asuransi. Untuk itu diperlukan peraturan hukum dan prosedur penyelesaian sengketa yang efektif. Perlindungan hukum untuk nasabah asuransi tidak hanya ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, tetapi ditetapkan juga dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Perangkat hukum ini memberi jaminan kepastian hukum berkaitan dengan keamanan dan keselamatan nasabah dalam mendapatkan produk atau layanan asuransi.
References
Agus Wasita, “Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Polis Asuransi Jiwa,” Business Economic, Communication, and Social Sciences (BECOSS) Journal 2, no. 1 (2020): 105–13, https://doi.org/10.21512/becossjournal.v2i1.6131.
Henky. K.V Paendong, “Perlindungan Pemegang Polis Pada Asuransi Jiwa Di Kaitkan Dengan Nilai Investasi,” Edisi Khusus I, no. 6 (2013): 1–14.
Ni Putu Sintha Tjiri Pradnya Dewi and Desak Putu Dewi Kasih, “Pengaturan Lembaga Penjamin Polis Pada Perusahaan Asuransi Di Indonesia,” Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) 9, no. 4 (2020): 739, https://doi.org/10.24843/jmhu.2020.v09.i04.p06.
Adyan Agit Pratama, Bambang Eko Turisno, and Suradi, “Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Terhadap Perjanjian Perpanjangan Asuransi Melalui Telemarketing,” Diponegoro Law JournaL 6 (2017): 1– 13.
Hadi Shubhan. 2008. Hukum Kepailitan: Prinsip, Norma, dan Praktik di Peradilan. Jakarta: Kencana.
Imran Nating. 2004. Peranan dan Tanggung Jawab Kurator Dalam Pengurusan dan Pemberesan Harta Pailit. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Fani Martiawan Kumara Putra. 2014. “Eksistensi Kreditor Separatis Sebagai Pemohon dalam Perkara Kepailitan”. Perspektif Volume XIX No. 1 Tahun 2014 Edisi Januari.
Prayoga, D.A., Husodo, J.A., dan Andina E.P.M. (2023). Perlindungan Hukum Terhadap Hak Warga Negara Dengan Berlakunya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional. Jurnal Souvereignty, 2(2): 188-200
Nur Aisyаh Sаvitri Per1indungаn Temаnggung Pаdа Asurаnsi Jiwа Berdаsаrkаn Undаng-Undаng Nomor 40 tаhun 2014 Tentаng Perаsurаnsiаn”٬ Jurnа1 Hukum Mаgnum Opuа, Edi Vol. 2 No 2 Tаhun 2019, hа1.163.
Undаng Nomor 40 tаhun 2014 Tentаng Perаsurаnsiаn
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW)
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 dea_mahara dea

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Pamulang Law Review (PalRev) retain copyright in their published works and grant the journal the right of first publication. All articles are published under the https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/?utm.
Under this license, users are permitted to copy and redistribute the material in any medium or format and to remix, transform, and build upon the material for any purpose, including commercial purposes, provided that appropriate credit is given to the original author(s), the original publication in Pamulang Law Review is acknowledged, a link to the applicable license is provided, and any adapted material is distributed under the same or a compatible license.
Authors may enter into separate and additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of their work, including depositing it in institutional repositories, personal or professional websites, and other scholarly platforms, provided that the original publication in Pamulang Law Review is properly acknowledged.
Authors are encouraged to disseminate their published works through appropriate scholarly channels to enhance accessibility, visibility, discoverability, and scholarly impact.


