Manajemen Pengembangan Sektor Industri Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tangerang Selatan
Keywords:
Manajemen Industri, Location Quotient, Sektor Basis, Pertumbuhan Ekonomi daerah, Tangerang SelatanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengembangan sektor industri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ). Sektor industri memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang Selatan dan Provinsi Banten selama periode 2022–2024. Metode LQ digunakan untuk mengidentifikasi sektor industri basis dan nonbasis melalui perbandingan kontribusi sektor industri di Kota Tangerang Selatan terhadap PDRB dengan kontribusi sektor yang sama pada tingkat Provinsi Banten. Hasil analisis menunjukkan bahwa sektor industri di Kota Tangerang Selatan memiliki nilai LQ lebih besar dari satu, yang mengindikasikan perannya sebagai sektor basis dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pengelolaan pengembangan sektor industri yang didukung oleh perencanaan pembangunan yang terarah, penyediaan infrastruktur pendukung, serta iklim investasi yang kondusif berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja ekonomi regional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan manajemen pengembangan sektor industri berbasis potensi unggulan daerah merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.
References
Arsyad, L. (2020). Ekonomi pembangunan dan pembangunan ekonomi daerah (Edisi revisi). Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan. (2023). Produk domestik regional bruto Kota Tangerang Selatan menurut lapangan usaha 2018–2022. Tangerang Selatan: BPS.
Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan. (2024). Produk domestik regional bruto Kota Tangerang Selatan menurut lapangan usaha 2019–2023. Tangerang Selatan: BPS.
Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. (2023). Produk domestik regional bruto Provinsi Banten menurut lapangan usaha 2018–2022. Serang: BPS Provinsi Banten.
Badan Pusat Statistik Provinsi Banten. (2024). Produk domestik regional bruto Provinsi Banten menurut lapangan usaha 2019–2023. Serang: BPS Provinsi Banten.
Hermawan, D., & Bintoro, R. W. (2025). Analisis sektor unggulan dan pergeseran struktur ekonomi daerah menggunakan metode Location Quotient dan Shift Share. Jurnal Ekonomi Pembangunan Daerah, 7(1), 45–58.
Porter, M. E. (2019). The competitive advantage of nations (Updated edition). New York: Free Press.
TA)
Setiawan, A., & Pratama, R. (2023). Analisis sektor basis dan nonbasis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Jurnal Perencanaan Pembangunan Indonesia, 5(2), 101–112.
Setya Wijaya, D., Asmara, A., & Rifani, A. (2025). Analisis sektor unggulan berbasis Location Quotient dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Jurnal Manajemen dan Ekonomi Wilayah, 4(1), 23–35.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supriyanto, B., & Kaparang, J. R. (2025). Peran sektor basis terhadap pertumbuhan ekonomi daerah: Pendekatan Location Quotient. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 6(1), 11–24.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Boston: Pearson Education.
Wibowo, A., & Nugroho, S. (2022). Pengaruh sektor industri terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik 13(2), 189–201.
Yuliana, R., & Hidayat, M. (2024). Manajemen pengembangan sektor industri dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Jurnal Administrasi Pembangunan, 6(2), 77–88.










